Pembalap bintang asal Turki, Toprak Razgatlioglu, secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah melalui fase yang sangat berat dalam karier profesionalnya setelah musim debutnya di ajang MotoGP harus berakhir lebih cepat akibat cedera bahu parah. Mantan juara dunia WorldSBK ini terpaksa naik ke meja operasi guna mengatasi masalah dislokasi parah pada bahu kanannya, sebuah insiden nahas yang didapatnya saat melakoni sesi latihan bebas di Sirkuit Mandalika, Indonesia.

Keputusan besar ini praktis menutup peluangnya untuk kembali turun ke lintasan pada sisa seri musim ini. Pembalap berusia 29 tahun tersebut dipastikan harus absen dari balapan akhir pekan di Grand Prix Australia, serta melewatkan sejumlah putaran krusial penutup tahun. Salah satu agenda penting yang terpaksa dilewatinya adalah tes resmi pramusim yang dijadwalkan berlangsung di Valencia pada 1 Desember mendatang, yang sedianya menjadi momen perdananya menjajal motor dengan regulasi teknis baru tahun 2027.

Cedera tersebut bermula ketika Toprak mengalami kecelakaan keras saat FP2 di GP Indonesia. Meski sempat mendapatkan perawatan darurat dari tim medis yang memasukkan kembali sendi bahunya yang bergeser dan memaksanya turun di sesi kualifikasi serta balapan hari Minggu, rasa sakit yang luar biasa tak tertahankan membuatnya harus mengambil keputusan berat untuk mundur dari balapan di Mandalika. Pihak Pramac bersama Yamaha kemudian mengonfirmasi bahwa tindakan medis lanjutan berupa operasi wajib dilakukan agar pemulihannya berjalan sempurna.

- Advertisement -
Advertisement

Menjelang rangkaian GP Malaysia, Toprak membagikan kondisi terkini melalui unggahan foto dari ranjang rumah sakit di sebuah pusat medis khusus di Milan. Dalam pesannya, ia mengungkapkan isi hatinya yang mendalam mengenai situasi sulit yang belum pernah ia rasakan sepanjang sejarah karier balapnya di dunia internasional. Terbiasa bertarung di barisan depan, menonton jalannya balapan melalui layar kaca televisi memberikan sensasi yang sangat asing dan mengecewakan bagi sang juara dunia tiga kali WorldSBK pada tahun 2021, 2024, dan 2025 ini.

"Terkadang hal-hal tak terduga bisa terjadi. Saya sedang melalui masa-masa sulit karena, untuk pertama kalinya dalam karier olahraga saya, saya harus mengakhiri musim sebelum selesai," ujar Toprak menjelaskan situasi emosionalnya kepada para penggemar setia di seluruh dunia.

Lebih lanjut, pembalap yang baru menjalani debut kelas premier tahun ini mengakui bahwa performa motor yang kurang kompetitif sempat menyulitkannya untuk menunjukkan potensi maksimal sebelum akhirnya hantaman cedera menghentikan langkahnya. Kendati demikian, ia menatap masa depan dengan penuh optimisme dan fokus penuh pada proses rehabilitasi agar bisa kembali berada dalam kondisi fisik 100 persen prima pada tes pramusim Sepang tanggal 31 Januari mendatang.

Baca Juga Bezzecchi Pole di Misano, Marquez Menang Sprint

"Menonton balapan di televisi adalah perasaan yang sangat aneh. Saya menjalani operasi bahu agar saya bisa kembali lebih kuat, dan saya sudah mulai berlatih. Saya berharap kita akan kembali ke atas sepeda motor sesegera mungkin," tambahnya.

Di sela-sela masa pemulihannya, Toprak tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh orang yang terus memberikan dukungan moril di saat-saat sulit. Kontrak jangka panjangnya dengan pabrikan Iwata memastikan bahwa ia akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pramac dan Yamaha hingga akhir tahun 2028, meski terdapat klausul khusus yang memperbolehkan evaluasi di penghujung musim depan.

"Banyak terima kasih kepada keluarga Yamaha, tim saya, dan sang dokter. Saya juga ingin berterima kasih kepada kalian semua yang mendukung saya dan tidak membiarkan saya sendirian dengan harapan baik kalian," pungkasnya menutup pernyataan.