Mantan pemenang balapan Cal Crutchlow memberikan pembelaan dan dukungannya terhadap langkah-langkah agresif yang diambil oleh pemilik baru kejuaraan, Liberty Media, dalam memperluas jangkauan global ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini. Sejak resmi mengakuisisi MotoGP senilai 4,2 miliar euro pada tahun 2024, perusahaan asal Amerika Serikat yang juga memegang kendali atas Formula 1 tersebut langsung bergerak cepat membawa kejuaraan ke arah yang sama sekali baru, meskipun kebijakan tersebut menuai berbagai reaksi keras dari para pembalap yang merasa terbebani dengan jadwal dan aturan baru.

Perubahan signifikan yang dibawa oleh manajemen baru mencakup peningkatan agenda keterlibatan promosi bagi para atlet serta perombakan format akhir pekan balapan yang dijadwalkan mulai berlaku pada musim 2027 mendatang. Kendati demikian, dalam beberapa pekan terakhir, para pembalap MotoGP justru melancarkan protes keras dan menolak rencana penambahan sesi kualifikasi sprint ke dalam jadwal akhir pekan yang sudah sangat padat, serta keberatan terhadap ancaman sanksi tegas jika mereka melewatkan kewajiban menghadiri acara-acara promosi.

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Motosans.ES, Cal Crutchlow memahami betul tekanan fisik dan mental yang harus dihadapi oleh para pembalap di era modern ini. Namun, pria berusia 40 tahun yang sempat kembali turun ke lintasan pada 2026 untuk menggantikan pembalap cedera di LCR Honda tersebut menegaskan bahwa ajang balap internasional adalah sebuah industri bisnis hiburan yang menuntut komitmen tinggi di luar urusan teknis di atas lintasan.

- Advertisement -
Advertisement

"Ini adalah sebuah beban besar bagi para pembalap; saya tahu mereka sudah berada di batas kemampuan mereka, tetapi kita juga harus memahami bahwa ini adalah bisnis, olahraga, dan hiburan, dan saya percaya dalam hal ini MotoGP, dan Liberty Media sebagai sebuah perusahaan, sedang melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujar Crutchlow menanggapi situasi kontroversial tersebut.

Baca Juga Yamaha Pakai Wildcard Augusto Fernandez di Silverstone untuk Uji Teknologi 850cc

Lebih lanjut, mantan penguji pabrikan asal Inggris ini menyoroti hilangnya karakter unik di kalangan pembalap masa kini yang dinilainya terlalu seragam dan sering kali tampil terlalu berhati-hati di depan publik. Menurutnya, atmosfer kompetisi saat ini terasa kurang panas karena minimnya rivalitas terbuka, sehingga kehadiran sosok yang berbeda dan berani keluar dari kebiasaan konvensional sangat dibutuhkan untuk menarik minat penonton global secara lebih luas.

Di tengah sorotan terhadap dinamika paddock tersebut, Cal Crutchlow memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada bintang muda asal Spanyol, Pedro Acosta, yang dinilai sebagai anugerah bagi masa depan kejuaraan. Penampilan impresif pengendara andalan KTM tersebut tidak hanya diakui dari segi kecepatan di atas motor, tetapi juga karena kepribadiannya yang segar dan sangat menghibur, sesuatu yang menurut Crutchlow sangat dirindukan oleh industri balap motor roda dua saat ini.