Menyongsong bergulirnya kejuaraan dunia ketahanan motor atau yang lebih dikenal sebagai Endurance World Championship (EWC) musim 2027, Tim Bolliger bersiap melakukan perombakan besar pada armada balap mereka. Setelah sekian lama setia mengandalkan mesin terdahulu, skuad privat asal Swiss ini memutuskan untuk melangkah ke generasi terbaru motor sport asal Jepang dengan sentuhan aerodinamika modern. Kendati demikian, di balik keputusan penyegaran armada tersebut, terselip sebuah pertimbangan strategis yang cukup mendasar terkait pemilihan varian motor yang akan diturunkan ke lintasan balap.

Alih-alih meminang varian tertinggi yang dikhususkan sebagai basis homologasi balap, manajemen tim justru dengan sadar memilih versi standar untuk mengarungi kerasnya persaingan ketahanan. Perbedaan signifikan antara kedua varian tersebut terletak pada spesifikasi jeroan mesin serta komponen internal yang diusung. Varian tertinggi selama ini dikenal mengusung berbagai material eksotis demi mendongkrak performa puncak di atas aspal sirkuit, namun hal tersebut berimbas langsung pada lonjakan anggaran operasional tim.

Faktor finansial dan beban perawatan jangka panjang menjadi alasan utama di balik keputusan bulat sang kepala skuad. Dalam wawancara khusus bersama media internasional, Kevin Bolliger secara terbuka membeberkan kendala ekonomi yang dihadapi krunya. "Kami tetap memilih versi standar. Varian tertinggi tersebut tidak terjangkau bagi keuangan tim kami," ungkap sang pimpinan skuad. Menurutnya, komponen spesifik di dalam mesin versi atas menuntut biaya penggantian yang sangat tinggi setiap kali siklus servis dilakukan.

- Advertisement -
Advertisement

"Batang penghubung dari bahan titanium serta piston ringan tersebut terlalu mahal bagi kami sebagai sebuah tim, terutama jika memperhitungkan biaya servis berkala," lanjut Bolliger menjelaskan kerumitan finansial yang mereka hadapi. "Kami harus terus menerus mengganti komponen-komponen tersebut secara berkala. Hal itu tentu menjadi beban biaya yang terlampau berat bagi tim independen seperti kami."

Baca Juga De Pasquale Akui Suasana Tim 18 Belum Pulih Usai Gagal di Bathurst

Karakteristik kejuaraan balap ketahanan menuntut mesin untuk bekerja secara eksterm selama berjam-jam di bawah tekanan konstan, sehingga aspek keawetan dan efisiensi biaya perawatan memegang peranan krusial bagi kelangsungan hidup tim. Bagi kontestan independen seperti skuad asal Swiss ini, keseimbangan antara performa kompetitif dan rasionalitas anggaran merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi demi bisa terus ekspektasi di grid start.

Walaupun harus mengurungkan niat mencicipi varian tertinggi, para pembalap tetap akan merasakan peningkatan performa yang signifikan berkat kehadiran paket aerodinamika anyar pada musim 2027. Selama ini, skuad tersebut masih mengandalkan spesifikasi motor produksi tahun 2021 yang belum dilengkapi dengan piranti sayap aerodinamika. "Sebelumnya kami masih menggunakan model 2021 tanpa sayap aerodinamika. Pada tahun depan, kami akan beralih menggunakan model baru yang sudah dilengkapi sayap," pungkas Bolliger menutup penjelasan mengenai evolusi motor baru mereka.