Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini semakin memanas menjelang akhir pekan Australian Grand Prix di sirkuit Phillip Island. Situasi di papan atas klasemen memperlihatkan pertarungan sengit antara para pebalap papan atas, di mana selisih poin yang sangat tipis membuat setiap detail balapan menjadi sangat krusial bagi para kandidat juara dunia.
Di tengah memanasnya atmosfer kompetisi, kubu Ducati melalui manajer tim mereka, Davide Tardozzi, memberikan respons tegas terkait spekulasi yang dilontarkan oleh pabrikan saingan mengenai potensi penerapan perintah tim atau team orders. Isu ini mencuat setelah serangkaian hasil balapan sebelumnya di mana para pebalap dari pabrikan lain kerap berada di barisan depan dan memicu spekulasi strategi internal.
Spekulasi mengenai instruksi tim semakin kencang berhembus setelah seluruh pebalap serta jajaran manajemen senior dari kubu Aprilia tertangkap basah mengadakan pertemuan tertutup pada hari Kamis di Phillip Island. Pertemuan tersebut langsung menarik perhatian para pengamat paddock dan media internasional yang mengikuti jalannya kejuaraan dunia balap motor paling bergengsi ini dari dekat.
Menanggapi situasi tersebut, bos tim Aprilia, Paolo Bonora, sempat memberikan klarifikasi bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang biasa dilakukan oleh merek asal Italia tersebut pada setiap akhir pekan balapan. Ia menegaskan bahwa tidak ada diskusi spesifik mengenai perintah tim dalam pertemuan itu, namun para pebalap memang diminta untuk lebih berhati-hati saat berada di lintasan, terutama setelah insiden senggolan yang melibatkan Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez pada balapan sprint di Mandalika sebelumnya.
Lebih lanjut, Bonora menjelaskan situasi internal timnya dengan menyatakan bahwa tidak ada tuntutan langsung yang diberikan kepada para pebalap di atas lintasan. Target utama mereka adalah menjaga kebersamaan dan menempatkan sebanyak mungkin pebalap di barisan terdepan, meskipun ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan di masa depan jika situasi poin menuntut langkah strategis tertentu diambil demi kejayaan pabrikan.
Di sisi lain, pebalap andalan Marc Marquez sebelumnya telah menepis gagasan bahwa Ducati membutuhkan atau akan menggunakan perintah tim dalam perburuan gelar juara. Marquez secara terbuka menyatakan pandangannya bahwa jika seorang pebalap memiliki kecepatan yang cukup di atas lintasan, maka segala bentuk bantuan atau instruksi khusus dari garasi sama sekali tidak diperlukan.
Baca Juga MotoGP Ancam Denda Rp84 Juta bagi Pembalap yang Mangkir Acara FansMenanggapi pernyataan tersebut, Davide Tardozzi sepenuhnya sejalan dengan pemikiran pebalap bintangnya dan memilih untuk tidak ambil pusing dengan strategi yang mungkin atau tidak mungkin diterapkan oleh tim saingan. Tardozzi menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah memastikan kecepatan maksimal di setiap sesi balapan akhir pekan ini.
"Saya ingin mengutip apa yang dikatakan Marc: jika Anda cepat, Anda tidak butuh bantuan," ujar Tardozzi memberikan penjelasan yang lugas kepada media mengenai sikap resmi dari kubu pabrikan Borgo Panigale menghadapi sisa seri musim ini.
"Jadi, begitulah adanya. Mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Kami berusaha fokus hanya untuk tampil cepat di lintasan. Kami tahu lawan-lawan kami sangat kuat, namun pada akhirnya kami hanya melihat untuk mendapatkan hasil terbaik untuk Marc. Dan hanya itu," tambah Tardozzi menegaskan komitmen penuh timnya dalam menghadapi sisa kalender balap musim ini.
Dengan selisih poin yang sangat ketat di puncak klasemen sementara, dinamika politik paddock dan strategi antar pabrikan dipastikan akan terus menjadi sorotan utama hingga seri pemungkas musim inisiasi kejuaraan dunia balap motor grand prix.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!