Dinamika panas di paddock balap kembali mencuat setelah Jorge Martinez selaku bos tim Aspar Moto2 mengungkap fakta mengejutkan mengenai hubungan retak antara dua pembalap andalannya, David Alonso dan Dani Holgado. Rivalitas sengit yang telah terbangun sejak kelas-kelas bawah ternyata berujung pada permusuhan personal yang begitu parah, hingga manajemen tim terpaksa mengambil langkah drastis dengan memisahkan area istirahat keduanya di dalam truk tim sepanjang musim balap.
Situasi pelik ini meledak ke permukaan publik menyusul insiden senggolan di lintasan pada Grand Prix Indonesia. Selepas balapan tersebut, David Alonso yang dipastikan akan melangkah ke ajang premier class bersama LCR Honda pada musim 2027 melontarkan kritik pedas terhadap Dani Holgado, yang musim depan bakal memperkuat Gresini Ducati. Pembalap berdarah Kolombia-Spanyol itu secara terbuka menyebut calon rivalnya di MotoGP tersebut sebagai sosok yang tidak menyenangkan, bahkan melabeli atmosfer di dalam garasi Aspar sudah rusak parah dan tidak layak disebut sebagai sebuah tim balap.
Menanggapi serangan verbal yang dilayangkan anak asuhnya, Jorge Martinez tidak tinggal diam. Mantan juara dunia sekaligus tokoh senior balap motor tersebut menilai komentar-komentar yang dilontarkan oleh David Alonso sebagai pernyataan yang sama sekali tidak pada tempatnya. Kendati demikian, Martinez tidak menepis bahwa garasinya memang menyimpan bara dalam sekam akibat akumulasi perselisihan berkepanjangan yang melibatkan dua pembalap bertalenta besar tersebut di berbagai aspek teknis maupun non-teknis.
Berbicara kepada penyiar Spanyol DAZN, Jorge Martinez merinci bagaimana ketegangan internal ini terpaksa dikelola oleh manajemen tim demi menjaga profesionalisme di sisa kalender balap. Masalah utamanya bersumber dari banyaknya ketidaksepakatan dalam berbagai hal yang terjadi secara konstan untuk waktu yang cukup lama. Akibat eskalasi tensi yang mengkhawatirkan itu, tim bahkan harus memisahkan ruangan dan area mereka di dalam truk sejak awal musim agar kedua pembalap tidak perlu berinteraksi secara langsung di luar sesi lintasan.
Kendati situasi internal sempat memanas, Martinez menegaskan bahwa struktur inti tim Aspar secara keseluruhan tetap solid dan tidak terpengaruh oleh drama personal kedua pembalapnya. Dalam waktu dekat, ia berencana untuk memanggil kedua belah pihak guna memberikan teguran tegas yang pantas mereka terima. Namun, ia juga realistis dan tidak berniat memaksakan perdamaian artifisial di antara pembalapnya karena keretakan tersebut sudah berakar terlalu dalam dan mencapai titik jenuh.
Baca Juga Vinales Absen di Aragon MotoGP, Incar Comeback di MisanoSebagai sosok yang pernah merasakan kerasnya persaingan sebagai pembalap profesional di masa lalu, Martinez memandang gesekan semacam ini sebagai harga mahal yang harus dibayar ketika sebuah garasi menaungi dua pembalap bertipikal juara secara bersamaan. Ia berkaca pada pengalamannya sendiri saat berpasangan dengan nama-nama besar seperti Alex Criville dan Champi Herreros, di mana rivalitas internal selalu menjadi bumbu yang tak terhindarkan dalam dunia balap level tinggi.
Dengan menyisakan beberapa seri terakhir musim ini, fokus utama sang pimpinan tim adalah memastikan sisa kejuaraan dapat diselesaikan dengan hasil sebaik mungkin tanpa mengorbankan performa motor di lintasan. Martinez memilih untuk bersikap pragmatis, mengakui bahwa mereka tidak harus menjadi sahabat karib di luar trek, asalkan profesionalisme dan ketertiban tetap terjaga hingga bendera finis terakhir dikibarkan pada akhir musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!