Davide Tardozzi, bos tim Ducati, meyakini persaingan MotoGP musim ini akan terus berjalan sengit antara Aprilia dan Ducati, dengan hasil yang sangat bergantung pada karakteristik setiap sirkuit. Prediksi ini muncul setelah pola bergantian kemenangan konstruktor yang terjadi sepanjang musim, di mana kedua pabrikan saling mengungguli di trek yang berbeda.

Sejak awal musim, persaingan memang berjalan seperti roller coaster. Aprilia unggul di tiga seri pembuka, lalu Ducati membalas lewat ganda Marc Marquez dan Alex Marquez di Jerez. Pola ini terus berlanjut: Aprilia menang di Le Mans, Ducati di Catalunya, Aprilia di Mugello, Ducati di Balaton dan Brno, Aprilia di Assen, Ducati di Sachsenring, dan terakhir Aprilia di Silverstone. "Akan seperti ini: akan ada sirkuit Aprilia dan sirkuit Ducati menjelang akhir musim," ujar Tardozzi kepada reporter MotoGP, Jack Appleyard, sesaat sebelum balapan Silverstone.

Di klasemen pembalap, situasinya bahkan lebih dramatis. Keempat pembalap Aprilia masing-masing mengalami setidaknya satu DNF dalam lima seri terakhir. Hal ini dimanfaatkan maksimal oleh Marc Marquez, yang berhasil memangkas defisit 102 poin menjadi hanya 18 poin setelah Sachsenring. Namun, Sprint di Silverstone menjadi kejutan pahit, di mana Marquez finis kesembilan setelah mengalami penurunan performa ban yang ekstrem.

- Advertisement -
Advertisement

Tardozzi mengakui masalah tersebut mengejutkan timnya. "Kami tidak menduga akan ada masalah besar di Sprint. Kami pikir kami bisa bersaing untuk posisi keempat, kelima, atau keenam, bukan kesembilan," katanya. "Kami harus menghadapi masalah ini dan bekerja untuk menyelesaikannya, karena tidak mungkin hal itu terjadi lagi." Meski masalah serupa tidak terulang di balapan utama, Marquez hanya mampu finis ketujuh sebagai Ducati terbaik ketiga, mengumpulkan sepuluh poin dari maksimal 37 poin di Silverstone. Akibatnya, ia kini tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen Aprilia, Jorge Martin.

Baca Juga Fermin Aldeguer Tunjukkan Aksi Agresif di MotoGP 2025

Menurut Tardozzi, kunci juara bukan selalu menang di setiap balapan. "Untuk mencoba memenangkan kejuaraan, tidak perlu memenangkan semua balapan," ujarnya. "Yang penting mengumpulkan poin sebanyak mungkin saat tidak menjadi yang tercepat, dan menyerang saat kita menjadi yang tercepat."

Seri berikutnya di Aragon diprediksi akan menjadi momen serangan bagi Ducati, mengingat Marquez dan Ducati telah memenangkan empat balapan terakhir di sirkuit Spanyol tersebut. Namun, Misano setelahnya akan menjadi ujian tersendiri karena merupakan kandang bagi Ducati dan Aprilia; musim lalu, kemenangan di Misano terbagi antara Marquez dan Marco Bezzecchi. Setelah Misano, rangkaian seri luar negeri di Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia akan menjadi ujian terakhir yang sulit diprediksi.