Andrea Stella tidak tinggal diam. Setelah McLaren dan Red Bull sukses menggugat keputusan FIA yang sempat mencabut penalti Pierre Gasly di Grand Prix Monako, bos asal Italia itu harus menghadapi serangan verbal dari Flavio Briatore dalam konferensi pers yang memanas di Monza.

Briatore, yang duduk bersebelahan dengan Stella, melontarkan tuduhan bahwa hakim banding memiliki hubungan dengan McLaren dan menyebutnya "sangat jahat". Tuduhan ini jelas memantik reaksi keras dari kubu Woking.

"Saya merasa konferensi ini berjalan ke arah yang cukup menghina bagi McLaren," ujar Stella, dikutip dari Crash.net. Ia menegaskan bahwa reputasi timnya layak dihormati dan siapa pun yang membuat tuduhan serius harus bertanggung jawab di forum publik.

- Advertisement -
Advertisement

Stella juga membela integritas proses pengadilan. Menurutnya, sidang banding dilakukan dengan standar tertinggi dan tidak seharusnya dipertanyakan dengan cara seperti itu. Baginya, ini soal prinsip, bukan sekadar dua poin yang didapat Oscar Piastri setelah naik ke posisi keempat.

Baca Juga Ferrari Dapat Peringatan Akan 'Ujian Pertama' Dinamika Hamilton-Leclerc

Lebih jauh, Stella menjelaskan bahwa gugatan ini penting untuk memperjelas penerapan FIA Article 1.1.1, yang menjadi fondasi regulasi. Kekhawatiran terbesarnya bukan pada poin, melainkan pada konsistensi dan keadilan olahraga. Semua tim hadir dalam sidang karena ini momen krusial bagi masa depan regulasi.

Dengan keputusan pengadilan yang mengembalikan penalti Gasly, McLaren merasa langkah mereka terbukti benar. Stella menutup dengan harapan agar kejadian serupa tidak lagi memicu perpecahan di paddock, dan semua pihak bisa fokus pada persaingan di lintasan.