Drama menegangkan mewarnai sesi kualifikasi jelang Grand Prix Singapur di Marina Bay Street Circuit, di mana Nico Hulkenberg sempat harus berdebar menunggu keputusan investigasi pengawas balapan. Pembalap asal Jerman tersebut sebelumnya menorehkan catatan waktu tercepat kesebelas dalam sesi kualifikasi. Situasi menjadi pelik ketika ia kedapatan menghalangi laju Carlos Sainz di pintu masuk tikungan kelima, saat pembalap asal Spanyol itu tengah berjuang keras untuk mengamankan tiket menuju sesi Q3 yang sangat krusial.
Akar permasalahan insiden tersebut ternyata bukan bersumber dari kelalaian murni di garasi tim, melainkan akibat kendala teknis pada sistem pencatatan waktu resmi. Perangkat pencatat waktu sempat menampilkan informasi keliru yang mengindikasikan bahwa Sainz telah melewati garis penutup terlalu terlambat untuk memulai putaran terbang terakhirnya. Akibat disinformasi teknis tersebut, kubu Hulkenberg tidak mendapatkan peringatan dini yang memadai dari dinding pit untuk segera menghindar dari jalur cepat.
Carlos Sainz yang sebenarnya masih memiliki cukup waktu untuk melakukan satu percobaan terbang krusial harus dirugikan secara telak akibat kekacauan sistem ini dan terpaksa puas menempati posisi start keempat belas. Setelah melalui proses investigasi yang memakan waktu cukup panjang, para pengawas balapan akhirnya menetapkan bahwa sang pembalap Jerman sama sekali tidak dapat disalahkan atas kegagalan sistem tersebut. Koreksi dari sistem yang terlambat memberi tahu status Sainz membuat tim tidak memiliki jendela waktu yang cukup untuk bereaksi di lintasan.
Berkat keputusan bijak para pengawas balapan tersebut, posisi start Hulkenberg justru terkerek naik ke posisi sepuluh besar. Keuntungan posisi start ini juga tidak lepas dari perombakan besar-besaran pada grid akibat sanksi penalti yang dijatuhkan kepada George Russell. Bintang utama skuad Panah Perak tersebut sejatinya mampu menembus babak Q3 dengan meyakinkan dan mengamankan posisi start keenam tercepat berkat performa impresif di atas aspal Marina Bay.
Baca Juga Perang Upgrade F1 Makin Panas: Ferrari dan McLaren Siap Gebrak ZandvoortKendati demikian, ganjaran regulasi teknis harus diterima Russell akibat penggunaan komponen mesin baru yang melampaui batas kuota yang diizinkan setelah mengalami kerusakan unit daya parah pada seri sebelumnya di Sepang. Konsekuensinya, pembalap asal Inggris itu dipaksa mundur ke barisan paling belakang dan harus memulai jalannya balapan utama dari posisi buncit. Situasi kian pelik bagi sejumlah kontestan lain menyusul keputusan tiga pembalap yakni Isack Hadjar, Fernando Alonso, dan Lance Stroll yang wajib memulai balapan dari jalur pit akibat pelanggaran regulasi parc-ferme.
| Pos | Pembalap | Tim |
|---|---|---|
| 1 | Max Verstappen | Red Bull Racing |
| 2 | Charles Leclerc | Ferrari |
| 3 | Lewis Hamilton | Ferrari |
| 4 | Kimi Antonelli | Mercedes |
| 5 | Lando Norris | McLaren |
| 6 | Oscar Piastri | McLaren |
| 7 | Pierre Gasly | Alpine |
| 8 | Liam Lawson | Racing Bulls |
| 9 | Arvid Lindblad | Racing Bulls |
| 10 | Nico Hulkenberg | Audi |
| 11 | Oliver Bearman | Haas |
| 12 | Esteban Ocon | Haas |
| 13 | Carlos Sainz | Williams |
| 14 | Gabriel Bortoleto | Audi |
| 15 | Franco Colapinto | Alpine |
| 16 | Alex Albon | Williams |
| 17 | Sergio Perez | Cadillac |
| 18 | Valtteri Bottas | Cadillac |
| 19 | George Russell | Mercedes |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!