Akhir pekan yang seharusnya menjadi momen pembuktian bagi Fermin Aldeguer di Sirkuit Mandalika justru berubah menjadi mimpi buruk yang berujung pada meja operasi. Pembalap muda asal Spanyol tersebut mengalami rangkaian kecelakaan parah sepanjang akhir pekan Grand Prix Indonesia, yang tidak hanya merusak peluang kompetitifnya di lintasan tetapi juga memaksa dirinya harus segera pulang ke Eropa untuk mendapatkan penanganan medis intensif pada tangan kanannya.

Kecelakaan demi kecelakaan seolah tidak pernah berhenti menghantui garasi Gresini Racing sejak hari pertama sesi latihan bebas dimulai. Padahal, tempat ini menyimpan memori manis ketika ia berhasil meraih kemenangan grand prix pertamanya pada musim lalu. Sialnya, harapan untuk mempertahankan performa positif tersebut langsung musnah setelah ia mengalami dua kali kecelakaan sekaligus pada hari Jumat, yang secara otomatis membuatnya harus berjuang keras melalui babak kualifikasi pertama atau Q1.

Fermin Aldeguer Gresini Racing
Fermin Aldeguer, Gresini Racing - Photo by: Gold and Goose Photography / Getty Images

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun ia sempat menunjukkan kapasitasnya dengan lolos ke sesi Q2 dan mengamankan posisi start keenam di grid, nasib sial kembali menghampirinya dalam sesi krusial tersebut. Ia kembali terjatuh di atas kuda besinya, membuat persiapan fisik dan mentalnya semakin terkuras menjelang balapan utama hari Minggu yang menuntut konsentrasi tingkat tinggi dari para pembalap kelas premier.

Harapan sempat menyala ketika balapan dimulai, di mana ia melakukan start yang sangat impresif dan langsung merangsek naik ke posisi keempat. Namun, petaka sesungguhnya datang pada putaran kedua ketika ia kehilangan kendali di Tikungan 16, mengakhiri rangkaian akhir pekan yang menyakitkan dengan sebuah insiden terseret ke area run-off yang menegangkan bagi para penonton dan kru tim.

Baca Juga Ugo Ugochukwu Juara F3 2026, Slater Gagal di Madring

Berdasarkan rilis resmi tim seusai perlombaan, dipastikan bahwa pembalap berusia 21 tahun tersebut menderita cedera retak pada pangkal tulang metakarpal pertama di tangan kanannya. Keputusan cepat langsung diambil untuk menerbangkannya kembali ke Barcelona demi menjalani prosedur pembedahan darurat agar proses pemulihan bisa segera dimulai tanpa membuang waktu.

Meskipun situasi ini sangat menantang, masih ada sedikit angin segar bagi sang pembalap karena kalender balap memberikan jeda waktu selama dua minggu sebelum seri berikutnya di Sirkuit Phillip Island. Rentang waktu tersebut diharapkan cukup untuk proses penyembuhan awal sebelum ia kembali berjuang menghadapi ketatnya persaingan di lintasan balap internasional.

Sepanjang musim berjalan ini, ujian fisik memang tidak pernah absen dari perjalanan kariernya di kelas utama. Sebelumnya, ia juga harus berjuang menahan rasa sakit akibat patah tulang paha yang didapat saat sesi tes pramusim, serta absen di beberapa seri pertengahan musim akibat cedera susulan di Assen yang membuat kondisi fisiknya terus diuji secara konsisten.