PANDEGLANG, Nusantara Media – SMP Negeri 2 Labuan, Kabupaten Pandeglang, resmi membuka pintu bagi generasi baru. Tahun ajaran 2026/2027 dimulai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh 440 siswa baru.
Kegiatan ini berlangsung khidmat namun penuh kegembiraan, mencerminkan semangat transformasi pendidikan yang inklusif dan menyenangkan.
Tahun ini, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Labuan terbilang sangat tinggi. Berdasarkan data panitia PPDB, tercatat sebanyak 700 calon siswa mendaftar melalui jalur prestasi maupun reguler.
Namun, karena keterbatasan kapasitas, sekolah hanya menerima 440 siswa yang kemudian didistribusikan ke dalam 11 rombongan belajar (rombel), dengan komposisi 40 siswa per kelas.
Ada pemandangan berbeda dalam gelaran MPLS tahun ini. Pihak sekolah mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh siswa baru. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan profesional, sekolah melakukan screening menyeluruh sejak masa pra-MPLS.
Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 2 Labuan, Harto Sugiharto, S.H., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk preventif sekolah dalam menjamin keselamatan siswa. "Tujuannya agar kami mengetahui kondisi kesehatan fisik siswa sejak dini.
Jika ditemukan ada yang memiliki penyakit bawaan, sekolah bisa memberikan penanganan lebih awal, terutama saat mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menguras fisik. Ini juga agar orang tua merasa tenang," ujar Harto saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (13/7/2026).
Sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan, tema "Ramah dan Ceria" menjadi ruh dalam setiap rangkaian kegiatan. Harto menegaskan, tidak ada ruang bagi praktik perpeloncoan di SMPN 2 Labuan.
Materi esensial seperti pencegahan bullying, wawasan Wiyatamandala, hingga tata tertib sekolah, disampaikan secara interaktif dan edukatif.
Pendekatan ini bertujuan agar transisi siswa dari jenjang SD ke SMP tidak menjadi beban, melainkan menjadi momen yang menyenangkan. "Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua yang ramah bagi anak. Materi yang kita berikan, seperti pencegahan bullying, disisipkan dengan cara yang interaktif. Kami pastikan tidak ada tekanan bagi siswa," tambahnya.
Selain menciptakan suasana ceria, sekolah tetap menekankan pentingnya kedisiplinan dan etika. Salah satu aturan yang ditegaskan adalah larangan penggunaan riasan (make-up) tebal bagi seluruh siswa, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9.
Aturan ini diterapkan demi menjaga fokus siswa pada kegiatan akademik dan membangun karakter yang bersahaja di lingkungan sekolah.
Untuk memaksimalkan penyampaian materi, MPLS tahun ini sepenuhnya dioptimalkan oleh sumber daya internal. Dewan guru yang berpengalaman didapuk menjadi pemateri utama guna menjamin relevansi konten.
Sementara itu, materi dari pihak eksternal, seperti sosialisasi lalu lintas dari kepolisian atau bela negara dari Koramil, akan dijadwalkan secara terpisah setelah masa MPLS berakhir dan kegiatan belajar mengajar efektif dimulai.
Dengan berbagai persiapan matang tersebut, diharapkan 440 siswa baru SMPN 2 Labuan dapat beradaptasi dengan cepat, memiliki karakter yang kuat, serta siap menjalani hari-hari di sekolah dengan ceria dan aman dari tindakan perundungan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!