Serang ,Nusantara Media – Organisasi Pemuda Berdampak melaksanakan audiensi dengan Prof. Dr. Ir. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M.,
Anggota DPR RI Komisi X, sebagai upaya membangun sinergi antara generasi muda dan pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan, literasi, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Audiensi ini mengusung tema:
“Pemuda Berdampak sebagai Generasi Muda yang Memiliki Ide dan Gagasan Peduli Pendidikan, Literasi serta Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi demi Tercapainya Indonesia Emas 2045.”
Dalam pertemuan tersebut, Pemuda Berdampak memaparkan berbagai program yang telah dijalankan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program tersebut meliputi penyelenggaraan Diskusi Interaktif Pemuda Berdampak, penguatan budaya literasi, pendidikan politik, pengembangan kapasitas pemuda, pengabdian kepada masyarakat, serta program ketahanan pangan berbasis komunitas melalui penanaman sayuran, cabai, peternakan kambing, dan budidaya ikan lele.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menyampaikan bahwa bonus demografi Indonesia harus dijawab dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas, budaya literasi yang kuat, serta keberanian pemuda dalam melahirkan ide dan inovasi.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, budaya literasi yang kuat, serta keberanian menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Pemuda Berdampak hadir sebagai ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan pemuda untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kami percaya bahwa gagasan yang diwujudkan menjadi aksi nyata akan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi kemajuan bangsa.” ujar Bagas Yulianto.
Bagas juga berharap dukungan dari Komisi X DPR RI terhadap gerakan-gerakan kepemudaan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, literasi, serta pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Ir. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M. mengapresiasi semangat Pemuda Berdampak dalam membangun ruang intelektual dan pengabdian bagi generasi muda.
“Saya mengapresiasi inisiatif Pemuda Berdampak yang konsisten membangun budaya diskusi, memperkuat literasi, dan mendorong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di tengah masyarakat.
Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif generasi muda yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan karya nyata.
Saya berharap organisasi seperti Pemuda Berdampak terus berkembang menjadi mitra strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan dan mencetak sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.” ujar Prof. Dr. Ir. H. Furtasan Ali Yusuf.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga membahas pentingnya memperluas akses pendidikan yang berkualitas, meningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa, serta membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kepemudaan,
dan pemerintah untuk menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pemuda Berdampak berharap audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang berkelanjutan dengan Komisi X DPR RI, khususnya dalam bidang pendidikan, literasi, kepemudaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sebagai organisasi yang berkomitmen pada gerakan intelektual dan pengabdian masyarakat, Pemuda Berdampak akan terus menghadirkan ruang-ruang diskusi, program pemberdayaan, serta aksi nyata yang mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, inovatif, berintegritas,
dan siap menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Membaca Indonesia Emas 2045, Mengawal Banten.”
Mengabdi. Bergerak. Berdampak.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!