Freddie Slater resmi akan melangkah ke Formula 2 pada musim 2027 bersama Invicta Racing. Keputusan ini menandai babak baru bagi runner-up Formula 3 2026 tersebut, yang juga merupakan junior Audi Formula 1.

Slater, yang mencatatkan delapan podium dan satu kemenangan di Hungaria, mengakhiri musim F3 di posisi kedua di belakang Ugo Ugochukwu. Meski gagal meraih gelar, ia tetap menjadi rookie terbaik dan menunjukkan konsistensi di paruh awal musim dengan empat podium beruntun yang sempat membawanya memimpin klasemen sebelum jeda musim panas.

Langkah Strategis Audi

Kepindahan Slater ke Invicta Racing bukan tanpa alasan. Tim yang berbasis di Norfolk itu memiliki rekam jejak impresif dalam mencetak juara F2. Tiga juara F3 terakhir—Gabriel Bortoleto, Leonardo Fornaroli, dan Rafael Camara—semuanya berasal dari Trident sebelum pindah ke Invicta. Bortoleto dan Fornaroli bahkan langsung menjadi juara F2 di musim debut mereka. Kini Camara tengah berada di posisi kedua klasemen F2 2026 dan berpeluang mengikuti jejak tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Direktur Program Pengembangan Pembalap Audi, Allan McNish, menyebut langkah ini sebagai fase penting dalam karier Slater. "Bagi Freddie, naik ke Formula 2 adalah langkah alami dan fase baru yang penting dalam perkembangannya sebagai pembalap," ujarnya. "Dia menjalani musim F3 yang kuat, bertarung untuk gelar hingga putaran final, menunjukkan kecepatan, kemampuan balap, dan kemajuan sepanjang tahun."

Slater sendiri mengaku antusias menyambut tantangan baru. "Saya sangat senang bisa naik ke Formula 2 bersama Invicta Racing tahun depan," kata pembalap berusia 18 tahun itu. "Saya belajar banyak di Formula 3 musim ini, dan saya merasa telah berkembang sebagai pembalap dan pribadi. Invicta memiliki rekam jejak hebat di Formula 2, dan saya tidak sabar untuk memulai persiapan bersama tim."

Baca Juga Colton Herta Makin Terpuruk di Monza, Mimpi F1 Pun Terhambat

Dengan bergabungnya Slater, Invicta Racing semakin memperkuat posisinya sebagai tim yang diperhitungkan di F2. Duet Slater dan Camara berpotensi menjadi kekuatan baru yang menantang dominasi tim-tim mapan. Namun, tekanan tetap ada mengingat ekspektasi tinggi yang menyertai statusnya sebagai junior Audi dan penerus tradisi juara dari Trident ke Invicta.

Musim 2027 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Slater. Jika mampu mengikuti jejak Bortoleto dan Fornaroli, ia tidak hanya membuktikan kualitasnya tetapi juga membuka jalan menuju kursi Formula 1 bersama Audi di masa depan.