Keputusan Max Verstappen untuk memperpanjang kontraknya dengan Red Bull telah mengubah lanskap pasar pembalap Formula 1. Dalam waktu kurang dari dua pekan, empat kursi untuk musim 2027 telah tertutup. Selain Verstappen, Carlos Sainz dan Alex Albon telah berkomitmen ke Williams, sementara Franco Colapinto dipertahankan Alpine.
Kini, perhatian tertuju pada Fernando Alonso. Pebalap Aston Martin yang berusia 45 tahun itu masih mempertimbangkan apakah akan melanjutkan kariernya di F1 atau pensiun. Kontraknya dengan tim asal Inggris itu akan berakhir pada akhir tahun ini, dan masa depannya menjadi teka-teki terbesar yang belum terpecahkan.
Alonso sebelumnya mengindikasikan akan mengambil keputusan sekitar musim panas, namun saat ditanya di Grand Prix Belanda, ia menegaskan tidak memiliki batas waktu. “Saya baru saja kembali dari liburan, jadi saya akan lihat dalam beberapa hari, minggu, atau bulan ke depan,” ujarnya.
Meski performa Aston Martin sedang naik turun, Alonso menegaskan bahwa faktor tersebut tidak akan memengaruhi keputusannya. “Saya akan bersama tim ini dalam peran apa pun untuk jangka panjang. Bukan tentang saya atau siapa yang membalap tahun depan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan hasratnya untuk terus berkompetisi, bahkan membuka peluang menaklukkan Dakar atau Indy 500. Namun, mimpi terbesarnya tetap meraih gelar juara dunia F1 ketiga. “Apakah itu mungkin? Saya tidak tahu berapa lama untuk mencapai performa itu. Ini akan memakan waktu sangat lama,” tambahnya.
Baca Juga Verstappen Beruntung Hindari Kecelakaan Beruntun di GP Belanda, Kata RosbergDi sisi lain, penampilan impresif Liam Lawson sebagai pengganti mendadak Isack Hadjar di Red Bull pada GP Belanda memunculkan dilema seleksi untuk musim 2027. Lawson tampil solid di Racing Bulls dan tampaknya aman untuk bertahan di tim junior Red Bull pada musim depan.
Namun, performa gemilang Nikola Tsolov di Formula 2, yang memimpin klasemen, bisa menjadi pertimbangan. Jika Tsolov berhasil merebut gelar, ia punya peluang besar untuk promosi ke F1 pada 2027. Ini menjadi masalah yang “menyenangkan” bagi Red Bull dalam menentukan komposisi pembalap mereka.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!