Insiden dramatis yang mewarnai ajang Rally Finland beberapa waktu lalu menyisakan cerita tersendiri bagi pereli asal Finlandia, Mikko Heikkila. Perjuangan kerasnya di atas lintasan berujung pada kecelakaan parah di etape khusus Paijala, di mana kendaraan yang dikudangannya mengalami kerusakan masif setelah keluar jalur dan berputar di udara.
Kecelakaan tersebut terjadi akibat kesalahan perhitungan kecepatan saat memasuki tikungan cepat di awal etape. Heikkila mengakui bahwa dirinya membawa kecepatan yang sedikit terlalu tinggi, sehingga ruang manuver habis seketika. Keputusan untuk memacu kendaraan secara maksimal diambil karena ia dan tim bertekad mengejar catatan waktu tercepat setelah peluang podium mereka musnah akibat guyuran hujan deras pada hari Jumat sebelumnya.
Dampak dari kecelakaan tunggal tersebut membuat kendaraan Skoda Fabia RS Rally2 miliknya mengalami kerusakan parah yang membutuhkan proses perbaikan total atau pembangunan ulang secara menyeluruh. Menariknya, proses pemulihan kendaraan ini tidak hanya melibatkan para mekanik profesional, melainkan dikerjakan langsung oleh sang pereli sendiri bersama tim pendukungnya selama lebih dari dua bulan.
Pendekatan mandiri ini tentu sangat berbeda dengan apa yang biasa dilakukan oleh para pereli pabrikan di ajang WRC yang memiliki barisan mekanik khusus dalam jumlah besar. Berkat keterlibatannya secara langsung di garasi, Heikkila mengaku tingkat apresiasinya terhadap kerja keras para mekanik meningkat drastis, sekaligus memperkaya wawasan teknisnya mengenai bagian dalam kendaraan reli.
"Ini adalah proyek yang sangat menarik dan bahkan menyenangkan, selama Anda tidak terlalu memikirkan berapa biaya yang harus dikeluarkan dan siapa yang menyebabkan kerusakan tersebut," ungkap Heikkila dalam sebuah pembaruan informasi yang dibagikannya kepada publik.
Baca Juga BBC Kembali Siarkan WRC 2027, Rally Scotland Jadi MagnetDi sisi lain, mengenai kelanjutan kariernya di dunia balap, peraih gelar juara Reli Finlandia 2022 ini menyatakan bahwa rencana untuk musim depan masih belum sepenuhnya final. Ia bersama jaringannya saat ini tengah bekerja keras mencari mitra strategis serta melakukan diskusi intensif dengan pihak-pihak pendukung guna menentukan kejuaraan mana saja yang dapat diikuti tahun depan.
Sebagai pereli yang dalam beberapa tahun terakhir aktif bersaing di level WRC dan ERC menggunakan mesin kategori WRC2, ambisi Heikkila untuk terus membalap di level tertinggi sama sekali belum padam. Penampilan terbaiknya tahun ini tercatat saat ia sukses meraih kemenangan di ajang reli ERC Swedia pada bulan Mei lalu, yang menjadi bukti nyata kapasitas kompetitifnya.
"Kami sedang bekerja, mencari mitra, dan mengadakan diskusi dengan orang-orang di belakang kami untuk melihat reli mana yang dapat kami ikuti tahun depan. Saya sangat bersemangat untuk bersaing di level WRC dan ERC, tetapi kita lihat apa yang bisa kami kumpulkan dan lanjutkan sesuai dengan itu. Menyerah tidak pernah menjadi bagian dari pekerjaan," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!