Pandeglang, Nusantara Media - Krisis akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Banten Selatan mendapat perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat. Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia bersama sejumlah mitra strategis, termasuk Permata Bank Syariah dan Yayasan Amaliah Astra, mengambil langkah konkret dengan merealisasikan pembangunan sarana air bersih. Program pengeboran sumur serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al Um, Kampung Pamatang Sempur, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kondisi kekeringan yang berkepanjangan selama beberapa bulan terakhir telah memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Mengeringnya sumber air memaksa sebagian santri terpaksa kembali ke kediaman masing-masing demi memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, santri lainnya harus menjalani rutinitas pulang pergi demi mendapatkan air bersih. Situasi ini mengancam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang menjadi tumpuan masyarakat sekitar.

Menanggapi situasi tersebut, kolaborasi lintas lembaga dihadirkan untuk memberikan solusi jangka panjang bagi para santri dan warga sekitar. Pelaksanaan program kemanusiaan ini turut mendapat apresiasi tinggi dari aparat kewilayahan setempat. Komandan Koramil (Danramil) 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, Kapten Inf Purgiarto, hadir secara langsung meninjau lokasi bersama perwakilan lembaga amal dan pengurus pesantren.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam keterangannya, Kapten Inf Purgiarto menilai bahwa inisiatif penyediaan air bersih ini sangat tepat sasaran mengingat sejumlah wilayah di Kecamatan Cikeusik masih berjuang menghadapi kesulitan air bersih. Menurutnya, program ini tidak hanya meringankan beban para santri Pondok Pesantren Al Um, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat umum di sekitarnya yang terdampak musim kemarau.

"Menurut kami, program ini sangat besar manfaatnya, bukan hanya bagi para santri Pondok Pesantren Al Um, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang sampai sekarang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau tahun 2026," ungkap Kapten Inf Purgiarto memberikan apresiasi.

Lebih lanjut, Danramil juga memuji konsistensi lembaga amil zakat tersebut dalam membantu masyarakat di berbagai sektor. Menurut penilaiannya, kiprah sosial tidak hanya terbatas pada bantuan darurat kebencanaan, melainkan merambah ke bidang pendidikan, sosial, hingga pembangunan infrastruktur publik seperti jembatan dan akses jalan raya di berbagai daerah.

Baca Juga Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis Pimpin Olahraga Bersama Prajurit dan PNS

Perwakilan dari pihak penyelenggara, H. Roid Saputra, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh donatur, relawan, serta mitra perbankan dan yayasan yang telah mempercayakan penyaluran dana sosial mereka. Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini menjadi motivasi utama bagi lembaganya untuk terus memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan, khususnya di wilayah Banten Selatan dan Nusantara secara keseluruhan.

Sementara itu, pengurus Pondok Pesantren Al Um, Ustadz Rahmat, menyambut penuh syukur terealisasinya fasilitas air bersih dan MCK di lingkungan pesantren yang dikelolanya. Ia menyebut bahwa bantuan infrastruktur ini menjadi tumpuan harapan besar agar para santri dapat kembali fokus menimba ilmu tanpa harus terbebani persoalan krisis air.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim, seluruh lembaga yang telah berkolaborasi, serta Bapak Danramil Cikeusik yang telah hadir memberikan perhatian dan dukungan. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui pendidikan pesantren," pungkas Ustadz Rahmat.