Palembang, Nusantara Media - Pemerintahan Pemerintah Desa Cinta Manis Lama secara resmi mengumumkan pelaksanaan program peningkatan infrastruktur desa yang difokuskan pada pembangunan Tembok Penahan Tanah atau yang dikenal sebagai TPT/RIS. Proyek fisik berskala lokal ini mengambil lokasi strategis di RT 01, Dusun I, dan dikerjakan menggunakan alokasi anggaran dari Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026 demi mendongkrak kualitas fasilitas publik serta mengoptimalkan roda perekonomian warga setempat.
Berdasarkan rincian teknis yang dipaparkan, proyek pembangunan infrastruktur penunjang ini dirancang memiliki total panjang mencapai 56 meter dengan lebar efektif 2,7 meter serta ketebalan struktur beton sebesar 0,30 meter. Langkah komprehensif ini dinilai sangat krusial sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat terkait mobilitas harian yang aman, nyaman, dan bebas dari hambatan geografis.

Tim Peliput
Kepala Desa Cinta Manis Lama, Lismawati, memberikan penegasan tegas bahwa standar mutu serta kualitas pekerjaan fisik memegang posisi sebagai prioritas mutlak yang tidak boleh diabaikan. Ia menggarisbawahi bahwa orientasi pembangunan tidak boleh sekadar gugur kewajiban menyelesaikan proyek, melainkan harus menjamin ketahanan konstruksi agar mampu menopang aktivitas warga dalam kurun waktu yang panjang.
Prinsip mendasar tersebut disampaikan secara langsung oleh pimpinan wilayah setempat dalam mengawasi jalannya proyek. "Prinsip kami, sekali bangun harus berkualitas dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Karena itu, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Lismawati seraya menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran publik.
Baca Juga Panggung Hiburan Meriah HUT ke-80 TNI di PalembangMelalui rampungnya proyek TPT/RIS ini, jajaran Banyuasin melalui aparatur desa setempat menaruh harapan besar agar fasilitas publik tersebut tidak hanya memperlancar jalur transportasi, tetapi juga berfungsi secara efektif dalam melindungi struktur lingkungan sekitar jalan dari potensi abrasi maupun kerusakan tanah.
Di samping aspek teknis konstruksi, pemerintah desa turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta secara aktif memiliki rasa memiliki dengan cara menjaga, merawat, serta memelihara hasil pembangunan fisik tersebut. Keterlibatan warga dipandang sebagai kunci utama agar masa pakai infrastruktur bisa bertahan lebih lama demi kepentingan bersama.
Secara keseluruhan, realisasi program fisik yang bersumber dari Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026 ini merefleksikan bentuk nyata komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di tingkat perdesaan serta mengakselerasi kemajuan wilayah secara merata.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!