Cikarang, Nusantara Media – Hampir ribuan rumah di kawasan Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali terendam banjir parah selama berminggu-minggu. Kejadian ini memicu kemarahan warga hingga menggelar aksi demonstrasi massal di depan kantor pengembang (developer) pada Minggu (22/2/2026).

Banjir telah melanda kawasan tersebut hingga tiga kali dalam dua bulan terakhir, dengan banjir terparah berlangsung hampir dua pekan. Genangan air melumpuhkan aktivitas masyarakat, menyebabkan kerugian material besar, gangguan sosial, serta kerusakan properti. Akses jalan utama Cikarang-Sukatani sempat ditutup massa sebagai bentuk protes, memicu kemacetan di beberapa titik.

Warga dari dua desa terdampak langsung, yaitu Desa Sukajadi Kecamatan Sukatani dan Desa Karang Sentosa Kecamatan Karangbahagia, secara kolektif turun ke jalan. Ribuan warga hadir dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib, membawa spanduk berisi delapan poin tuntutan utama. Mereka mendesak langkah konkret dan terukur dari pihak pengembang untuk menangani banjir secara permanen, karena janji solusi sebelumnya dinilai belum terealisasi

- Advertisement -

Warga menilai banjir berulang ini disebabkan oleh kurangnya penanganan infrastruktur drainase dan pengelolaan aliran air oleh pengembang. Dampaknya tidak hanya material, tapi juga kesehatan (banyak anak sakit) dan moril masyarakat yang terganggu.

Dalam audiensi dengan perwakilan warga, pihak pengembang menyatakan komitmen memberikan kompensasi kepada warga terdampak. Kompensasi tersebut dijanjikan direalisasikan pada bulan Juli 2026. Warga berharap komitmen ini bukan sekadar pernyataan, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata dan berkelanjutan untuk menjamin keamanan serta kelayakan lingkungan hunian di masa depan.