Akhir pekan balapan di Circuit of the Americas menyisakan pekerjaan rumah yang masif bagi Red Bull Racing setelah peraih gelar juara dunia berulang, Max Verstappen, meluapkan kekesalan secara terbuka melalui saluran radio tim. Sang pembalap bintang tidak ragu melontarkan kritik pedas begitu keluar dari kokpit, menyebut seluruh aspek mulai dari strategi pit stop, pemilihan kompon ban, hingga pengereman mesin dalam kondisi yang sangat buruk. Situasi panas ini langsung direspons oleh CEO dan kepala tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, yang segera mengambil langkah cepat untuk meredakan ketegangan publik.

Alih-alih menyalahkan departemen teknik atau kesalahan pengaturan dasar mobil, Laurent Mekies menunjuk puing-puing serat karbon misterius sebagai biang keladi di balik merosotnya performa sang juara bertahan. Menurut analisis internal tim, mobil RB20 yang dikemudikan oleh Max Verstappen menghantam serpihan liar di atas lintasan pada fase awal balapan, tepatnya ketika perlombaan baru memasuki lap kedelapan. Insiden tak kasat mata tersebut ternyata meninggalkan kerusakan fisik yang signifikan pada bagian aerodinamika, mengganggu keseimbangan keseluruhan sasis, serta memicu degradasi ban yang jauh lebih cepat dari perkiraan awal.

Laurent Mekies menjelaskan bahwa kerusakan itu berdampak langsung pada hilangnya kecepatan kompetitif yang membuat Max Verstappen tidak mampu mempertahankan posisi kedua dari gempuran para rival. Tim kepemimpinan di Milton Keynes mengakui bahwa mereka sama sekali tidak memiliki daya gedor yang cukup untuk mengejar pemenang balapan, Kimi Antonelli, yang melesat mulus tanpa hambatan berarti di bawah terik matahari Texas. Meskipun mengamankan podium ke-12 musim ini melalui finis di tempat ketiga, manajemen Red Bull secara terbuka menyatakan bahwa mereka meninggalkan Austin dengan perasaan yang tidak sepenuhnya puas karena kehilangan keunggulan kompetitif.

- Advertisement -
Advertisement

Max Verstappen Red Bull Racing GP AS
Max Verstappen, Red Bull Racing. Photo by: Alex Bierens de Haan / LAT Images via Getty Images

Krisis di garasi Red Bull tidak berhenti pada masalah yang dialami oleh Max Verstappen saja, sebab rekan setimnya, Isack Hadjar, juga mengalami mimpi buruk di atas lintasan. Pembalap muda tersebut menderita masalah kopling rusak yang memicu awal balapan katastrofik, ditambah dengan kegagalan komunikasi radio total yang melumpuhkan eksekusi strategi pit stop tim. Laurent Mekies dengan kesatria mengakui bahwa skuad teknik telah mengecewakan sang pembalap muda dan berjanji akan segera membereskan berbagai kendala mekanis tersebut agar kejadian serupa tidak terulang pada seri-seri krusial berikutnya.

Baca Juga Bagaimana Mercedes Selamatkan Kimi Antonelli dari Penalti F1

Di tengah badai masalah teknis, radio yang memanas, serta performa mobil yang dikeluhkan habis-habisan oleh para pembalapnya, Red Bull Racing nyatanya tetap berhasil mengamankan posisi matematis yang sangat kuat dalam perburuan gelar juara konstruktor. Tim asal Milton Keynes ini bertekad memanfaatkan jeda waktu singkat untuk menganalisis seluruh data telemetri, memperbaiki sistem start, dan mengembalikan dominasi mereka demi menghadapi sisa kalender balapan Formula 1 musim ini dengan kapasitas optimal.