JAKARTA, NUSANTARA MEDIA — Pergantian tampuk kepemimpinan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara diharapkan tidak menjadi alasan terhentinya agenda pembenahan di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Lembaga pengawas Bea Cukai Watch (BCW) mengimbau aparatur Bea Cukai untuk tidak ber-euforia atau menganggap tekanan pengawasan telah berakhir.

​Koordinator/Presidium Bea Cukai Watch (BCW), Jimmy Endey, menegaskan bahwa menteri boleh berganti, namun berbagai persoalan pengawasan perdagangan ilegal, penyelundupan emas, serta penelusuran potensi penerimaan negara yang ditinggalkan Purbaya harus terus berjalan.

​"Jangan sampai pergantian Menteri Keuangan justru membuat pihak-pihak yang selama ini merasa tidak nyaman dengan pembenahan kemudian bernapas lega karena menganggap tekanannya sudah berakhir," ujar Jimmy di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

- Advertisement -
Advertisement

​Salah satu warisan pengawasan penting yang menjadi sorotan BCW adalah penelusuran data Lembaga National Single Window (LNSW) mengenai transaksi tidak wajar perdagangan emas, termasuk dugaan rantai pasok dari Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Sebelum melepaskan jabatannya, Purbaya sempat menyebut adanya indikasi "10 besar" potensi pelanggaran yang perlu didalami melalui pemeriksaan perpajakan.

​Penyelidikan tersebut menjadi sangat krusial mengingat aparat penegak hukum dan DJBC telah berhasil mencegah keluar sekitar 330 kilogram emas ilegal hingga pertengahan September 2026.

​"Pertanyaan BCW: bagaimana nasib data '10 besar' itu? Apakah pemeriksaannya tetap berjalan? Jangan sampai isu besar dibuka kepada masyarakat, kemudian hilang bersamaan dengan pergantian pejabat," tegas Jimmy.

​Jimmy mendorong agar pengusutan kasus emas ini tidak berhenti pada kurir di lapangan, melainkan menelusuri seluruh ekosistemnya.

Baca Juga Mohammad Yusuf Tewas Dibunuh di Kontrakan Cilincing, Motif Diduga Kecemburuan

"Follow the gold, follow the money, follow the tax. Telusuri asal emas, aliran uang, dan kewajiban perpajakannya."Jimmy Endey, BCW

 

​BCW juga merespons pernyataan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama dan Menkeu Suahasil Nazara yang berkomitmen mempertahankan penindakan kegiatan ilegal. Menurut BCW, beberapa bulan ke depan akan menjadi pembuktian nyata apakah reformasi internal Bea Cukai sudah terbentuk secara sistemik atau sekadar dorongan figur menteri semata.

​Terkait wacana evaluasi perombakan di internal DJBC yang akan dilakukan Suahasil Nazara, BCW mengingatkan agar evaluasi tersebut dilandasi oleh integritas, kompetensi, dan rekam jejak.

​"Kalau Bea Cukai memang sedang berubah, buktikan bahwa perubahan itu lahir dari institusinya sendiri. BCW akan terus mengawasi apakah isu '10 besar' emas menghilang atau justru penindakannya semakin kuat," pungkas Jimmy.