Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA WEC bersiap menghadapi transformasi regulasi yang signifikan menjelang bergulirnya musim kompetisi 2027 mendatang. Ajang balap mobil sport bergengsi tingkat internasional ini diketahui secara konsisten menyajikan persaingan ketat melalui dua kategori utama yang berlaga di lintasan, yakni kelas Hypercar yang memperebutkan gelar juara keseluruhan, serta kelas LMGT3 yang menampilkan deretan mobil sport mewah dari berbagai pabrikan global terkemuka.

Musim balap saat ini diramaikan oleh sembilan pabrikan otomotif ternama dunia yang meliputi Aston Martin, BMW, Corvette, Ferrari, Ford, Lexus, McLaren, Mercedes-AMG, hingga Porsche. Setiap pabrikan tersebut menurunkan masing-masing dua kendaraan di dalam grid pertandingan. Namun, untuk musim mendatang, para pengambil kebijakan telah memutuskan untuk menerapkan sistem baru yang mengubah mekanisme pengumpulan poin dalam klasemen kejuaraan tim.

Berdasarkan regulasi anyar yang akan diberlakukan, perolehan poin dari dua mobil dalam satu tim yang berlaga di bawah naungan pendaftaran yang sama akan digabungkan secara akumulatif. Situasi saat ini masih memperlakukan setiap mobil secara terpisah dalam sistem penilaian. Melalui pembaruan aturan ini, otoritas pengatur kejuaraan ingin memberikan penekanan yang jauh lebih besar pada performa tim secara keseluruhan, sebuah pendekatan serupa yang telah diterapkan lebih dulu pada kelas Hypercar.

- Advertisement -
Advertisement

Penerapan aturan penggabungan poin pabrikan di kelas Hypercar sendiri telah berjalan sejak musim 2025 dengan melibatkan penjumlahan nilai dari kedua mobil yang diturunkan. Jika membedah kondisi riil pada grid kejuaraan saat ini, praktis setiap entitas tim yang berpartisipasi sudah bertanggung jawab langsung atas operasional dua kendaraan per merek, sehingga transisi penyesuaian regulasi untuk tahun 2027 dinilai tidak akan menghadirkan kendala masif bagi sebagian besar garasi tim.

Baca Juga Ferrari Siapkan Strategi Matang Hadapi Tantangan di Barcellona

Kendati demikian, penyesuaian administratif kecil tetap diperlukan, terutama pada kubu Porsche dan Corvette yang selama ini mendaftarkan kendaraan mereka di bawah nama entitas atau sebutan pendaftaran yang sedikit berbeda meskipun dioperasikan oleh struktur tim yang sama di balik layar. Sebagai contoh nyata pada musim berjalan, dua mobil Corvette turun dengan nama pendaftaran Racing Team Turkey by TF serta TF Sport, sementara kubu mobil pabrikan Jerman tampil menggunakan identitas Manthey DK Engineering dan The Bend Manthey.

Situasi penamaan pendaftaran yang beragam ini tentu mengundang tanda tanya dan antisipasi tersendiri dari para pengamat maupun penggemar balap ketahanan. Akan sangat menarik untuk disaksikan bagaimana langkah strategis dari skuad-skuad balap tersebut dalam menyikapi aturan baru tahun 2027, apakah mereka akan memilih untuk menyeragamkan identitas pendaftaran demi mengoptimalkan perolehan poin tim secara maksimal di masa mendatang.