Minggu, 4 Oktober 2026, akan selalu dikenang sebagai salah satu momen paling menyesakkan dalam karier Oliver Solberg. Namun, tepat satu bulan setelah kegagalannya merengkuh gelar juara dunia World Rally Championship yang begitu emosional, pereli asal Swedia tersebut mulai melihat gambaran yang lebih besar. Ia dengan jujur mengakui bahwa tikungan krusial menjelang akhir musim di Sardinia bukanlah satu-satunya tempat ia kehilangan mahkota juara.

Perjuangan dramatis tersebut mencapai puncaknya pada etape penentuan di Sardinia. Solberg memulai balapan dalam skenario perebutan gelar juara dunia secara langsung melawan rekan setimnya di Toyota, sekaligus peraih gelar juara dunia musim ini, Elfyn Evans. Sempat memimpin catatan waktu pada titik-titik pembagian, bencana terjadi ketika bagian belakang mobil GR Yaris Rally1 miliknya kehilangan traksi, membuatnya keluar jalur, dan harus merelakan gelar juara direbut Evans dengan selisih tipis hanya lima poin. Ironisnya, di hari yang sama, Solberg tetap keluar sebagai pemenang seri tersebut.

Dalam sesi perkenalan resminya sebagai pebalap pabrikan Toyota Racing yang mengemudikan GR Celica Rally1, Solberg membagikan perasaannya kepada media DirtFish mengenai bagaimana ia melalui sebulan terakhir setelah begitu dekat dengan impian terbesar dalam hidupnya. "Tentu saja di lubuk hati yang paling dalam, hal itu masih sedikit menyakitkan, karena itu adalah hal yang paling dekat dengan impian terbesar yang dapat Anda miliki di dalam diri Anda. Itu telah menjadi impian terbesar saya sejak kecil, dan itu adalah satu-satunya impian saya," ungkap Solberg menceritakan luka dari kegagalan tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Kendati rasa kecewa itu masih ada, waktu dan refleksi mendalam telah mengubah cara pandangnya terhadap perjalanan panjang musim 2026. Ia menyadari bahwa kekalahan tersebut tidak ditentukan hanya dalam jarak 150 meter terakhir di Sardinia, melainkan akumulasi dari berbagai insiden sepanjang musim. "Jadi tentu saja itu menyakitkan, tetapi saya pikir dengan sedikit refleksi, sedikit waktu untuk melihat ke belakang dan melihat keseluruhan gambar, saya mungkin tidak kehilangan kejuaraan di 150 meter terakhir. Saya mungkin telah Kehilangannya lebih awal di musim ini," tambahnya dengan nada sportif.

Baca Juga Penyambutan Spektakuler Elfyn Evans di Kota Asalnya Wales

Sepanjang musim ini, Solberg sebenarnya menunjukkan kilau kecepatan yang luar biasa. Ia memulai musim dengan kemenangan sensasional di Reli Monte Carlo, yang merupakan penampilan keduanya bersama tim utama Toyota setelah debut menawannya di Estonia pada tahun sebelumnya. Namun, kecepatan saja ternyata belum cukup. Kesalahan-kesalahan krusial yang ia buat di Kroasia, Gran Canaria, Jepang, dan Yunani perlahan menggerus momentum penting dalam perebutan gelar juara dunia.

Evaluasi jujur juga ia sampaikan terkait kurangnya kesabaran di awal musim kompetisi. Hasrat yang terlalu besar untuk menyapu bersih kemenangan di setiap kesempatan membuat pereli berusia 25 tahun itu kerap mengabaikan pentingnya mengamankan poin aman. Dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya, termasuk figur penting di tim, menjadi kunci kebangkitannya untuk kembali menemukan bentuk penampilan terbaik menjelang paruh kedua musim.