Alan Permane menyebut hari Jumat Racing Bulls di Grand Prix Spanyol sebagai "hari yang luar biasa" meski Arvid Lindblad mengalami crash di Tikungan 13 pada FP2 yang mengakhiri sesinya lebih awal. Insiden itu tidak menyurutkan semangat bos tim yang menilai performa VCARB 03 sangat kompetitif.

Arvid Lindblad crash di Tikungan 13 FP2 Spanyol
Arvid Lindblad mengalami crash di Tikungan 13 pada FP2. (Foto: Simon Galloway / LAT Images via Getty Images)

VCARB 03 memang dikenal memiliki karakter handling yang ramah, terutama dalam melewati kerb dan gundukan. Sirkuit Madring yang baru menuntut kemampuan melibas kerb di sektor pertama sebagai sumber waktu putaran. Lindblad sempat menunjukkan pace menjanjikan di sektor tersebut sebelum kehilangan bagian belakang mobil saat keluar dari La Monumental dan menghantam dinding di Tikungan 13.

Meski demikian, catatan waktu Lindblad tetap menempatkannya di posisi keempat secara keseluruhan. Rekan setimnya, Yuki Tsunoda, juga masuk 10 besar meski menghadapi masalah power steering. Permane pun mengaku puas dengan hari pertama timnya di Madring.

- Advertisement -
Advertisement

"Jika kita mengesampingkan crash itu, ini benar-benar hari yang luar biasa," ujar Permane usai FP2. "Mobilnya cepat. Kami memulai dengan mobil yang layak, melakukan beberapa perubahan dari FP1 ke FP2, dan benar-benar meningkatkannya. Mobil ini terlihat sangat cepat. Setidaknya mobil yang bisa masuk 10 besar, mungkin bahkan 7 besar di kualifikasi."

Permane juga yakin kedua mobil bisa masuk Q3. "Saya pikir begitu. Kita lihat saja bagaimana FP3 nanti. Saya tidak melihat alasan mengapa kami tidak bisa, kecuali ada tim lain yang menemukan sesuatu yang besar dalam semalam. Saya rasa kami cukup senang dengan posisi kami saat ini. Mungkin ada sedikit penyempurnaan menjelang FP3. Saya tidak melihat alasan untuk tidak percaya diri memasukkan kedua mobil ke Q3."

Baca Juga Tsunoda Gantikan Hadjar di GP Belanda, Lawson Kembali ke Red Bull

Lindblad menjelaskan bahwa crash terjadi karena ia "sedikit berlebihan" memasuki tikungan, membawa terlalu banyak kecepatan dan kehilangan bagian belakang. Rookie itu mencoba melakukan countersteer untuk menghindari dinding, tetapi mobil sudah tidak terkendali. Ia menilai tidak kehilangan banyak waktu karena simulasi balapan tim lain hanya 7-8 putaran, namun ia sadar harus meningkatkan performa seiring bertambahnya grip di FP3 dan kualifikasi.

"Ini bukan trek yang mudah, jadi kami semua berusaha menemukan batas," kata Lindblad. "Ini baru bagi kami semua. Kami hanya membuat sedikit kesalahan, terlalu berlebihan sedikit di Tikungan 13. Ini sedikit..."

Dengan sisa sesi FP3 dan kualifikasi, Racing Bulls berada di posisi yang solid. Permane optimistis timnya bisa bersaing ketat di barisan depan, terutama dengan karakter mobil yang cocok dengan sirkuit Madring. Jika Lindblad dan Tsunoda mampu memaksimalkan potensi, bukan tidak mungkin keduanya melaju jauh di Grand Prix Spanyol akhir pekan ini.