Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banten secara resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang mencakup sejumlah wilayah penting di Provinsi Banten. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada tanggal 19 Oktober 2026 pukul 16:00 WIB, potensi cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau mulai mendominasi kawasan regional.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diprakirakan tidak hanya mendatangkan curah hujan tinggi, tetapi juga dapat disertai dengan kilat atau petir serta hembusan angin kencang yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Fenomena cuaca ekstrem tersebut dilaporkan mulai terjadi secara nyata pada pukul 16:15 WIB dan langsung berdampak pada beberapa titik awal di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
Berdasarkan pemantauan radar cuaca oleh para prakirawan, wilayah awal yang terdampak langsung di Kabupaten Pandeglang meliputi Kecamatan Banjar, Pandeglang, Cadasari, Karang Tanjung, Koroncong, hingga Majasari. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Lebak, dampak awal dirasakan secara signifikan oleh warga di Kecamatan Cipanas, Muncang, Leuwidamar, Cimarga, Sajira, Warunggunung, Cikulur, serta Sobang dan kawasan sekitarnya.
Lebih lanjut, pihak BMKG memperingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem ini bersifat dinamis dan dapat meluas dengan cepat ke berbagai wilayah tetangga lainnya. Perluasan cakupan hujan lebat dan angin kencang ini diprediksi menjangkau lebih banyak kecamatan di Kabupaten Pandeglang seperti Bojong, Picung, Menes, Saketi, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Kaduhejo, Cisata, Mekarjaya, dan Pulosari.
Baca Juga Mahasiswa Banten Desak Tindakan Oknum Anggota DPRDSelain Pandeglang, eskalasi cuaca buruk juga diproyeksikan meluas secara masif ke seluruh penjuru Kabupaten Lebak, mencakup Malingping, Panggarangan, Bojongmanik, Gunungkencana, Banjarsari, Cileles, Maja, Rangkasbitung, Cijaku, Cibadak, Cibeber, Curug Bitung, Kalanganyar, Lebakgedong, Cihara, Cirinten, hingga Cigemlong. Wilayah Kabupaten Serang bagian selatan dan tengah, meliputi Petir, Tunjung Teja, Baros, Ciomas, Pabuaran, serta Padarincang, turut masuk dalam zona kewaspadaan tinggi.
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini, Tim Peliput mengonfirmasi bahwa berdasarkan analisis dari prakirawan BMKG Banten, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga pukul 18:00 WIB. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, serta jarak pandang yang terbatas selama berkendara di jalan raya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!