Dunia balap motor profesional kerap menyimpan berbagai fakta unik yang jarang diketahui oleh para penggemar setianya di seluruh dunia. Salah satu kisah menarik datang dari Alex Lowes, seorang pembalap kawakan yang telah mencatatkan ratusan start di ajang Kejuaraan Dunia Superbike. Di lintasan aspal sirkuit internasional, pembalap pabrikan tersebut telah merasakan persaingan sengit, berbagai insiden menegangkan, serta kemenangan gemilang yang membentuk reputasinya sebagai salah satu rider paling berpengalaman di grid.

Namun, di balik keahlian luar biasa dalam membesut mesin balap berkecepatan tinggi di sirkuit tertutup, terdapat sebuah ironi besar dalam kehidupan sehari-hari sang atlet di jalan raya. Hingga beberapa waktu lalu, pembalap asal Inggris berusia 36 tahun ini ternyata sama sekali tidak memiliki izin mengemudi resmi untuk mengendarai sepeda motor di jalan umum. Kekurangan administratif dalam mobilitas hariannya ini akhirnya menjadi perhatian serius yang harus segera ia selesaikan di sela-sela kalender balap yang sangat padat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Lowes memutuskan meluangkan waktu di sela-sela kompetisi musim ini untuk mengikuti kursus dan mendaftarkan diri ke sekolah mengemudi lokal. Proses pembelajaran ini tentu memberikan sensasi yang sangat berbeda bagi seorang atlet kelas dunia yang biasanya terbiasa mengendalikan motor prototipe bertenaga ratusan tenaga kuda. Setelah melalui serangkaian proses belajar dan ujian yang ketat, ia akhirnya berhasil membuktikan kelayakannya dan resmi lulus untuk mendapatkan lisensi berkendara roda dua yang sah.

- Advertisement -
Advertisement

Pengalaman kembali menjadi seorang siswa di sekolah mengemudi tentu menghadirkan cerita tersendiri yang cukup menggelitik bagi pembalap profesional sepertinya. Mengendarai sepeda motor latihan yang dilengkapi dengan pelindung benturan atau besi pelindung di sekeliling bodi memberikan atmosfer yang jauh berbeda dari motor balap pabrikannya. Kendati demikian, ia menikmati seluruh proses tersebut dengan antusiasme tinggi, terutama karena kondisi cuaca yang mendukung selama sesi ujian berlangsung di jalan raya.

"Endlich darf ich ein Motorrad fahren, und zwar ganz legal – ich habe den Test bestanden," ujar Lowes sambil tersenyum lebar menceritakan pengalamannya. Kutipan tersebut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti, "Akhirnya saya diizinkan mengendarai sepeda motor secara legal – saya telah lulus ujian." Ia menambahkan bahwa proses tersebut bahkan memberikan sedikit kesenangan tersendiri baginya di tengah kesibukan musim balap.

Baca Juga Tampilan Retro Hitam Emas Bimota di Final Superbike

Lebih lanjut, pembalap bernomor start khas tersebut juga mengungkapkan pandangannya mengenai pengalaman unik yang baru saja ia selesaikan di luar dunia balap profesional. "Cuacanya bagus, yang mungkin sedikit membantu, tetapi ini juga merupakan pengalaman yang agak aneh," imbuhnya, menggambarkan bagaimana rasanya kembali belajar aturan berkendara formal setelah bertahun-tahun melalang buana di sirkuit balap global.

Fenomena seorang atlet balap profesional kelas dunia yang tidak memiliki surat izin mengemudi jalan raya ternyata bukanlah sebuah kasus yang sepenuhnya asing di paddock kejuaraan. Sejumlah nama besar di kancah balap internasional tercatat pernah mengalami situasi serupa sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti ujian resmi di usia matang. Salah satu contoh paling menonjol dari kasus serupa adalah pebalap juara dunia berkali-kali asal Jonathan Rea, yang baru berhasil menyelesaikan ujian lisensi motor jalanannya pada usia 34 tahun beberapa waktu lalu.

Kondisi ini seringkali dianggap wajar oleh banyak pihak karena kehidupan para atlet balap ini telah didedikasikan sepenuhnya untuk sirkuit sejak usia sangat muda. Bagi mereka, kecepatan dan kendali kendaraan hanya memiliki makna di dalam batas pagar sirkuit balap, sementara urusan birokrasi jalan raya seringkali terabaikan. Dengan tuntasnya ujian yang diambil oleh Lowes tahun ini, para penggemar kini dapat membayangkan sang idola berkendara secara sah menikmati perjalanan santai di atas roda dua tanpa perlu khawatir lagi mengenai aspek legalitas hukum lalu lintas.