Pedro Acosta kembali mengalami crash pada sesi warm-up MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu pagi, setelah sebelumnya terjatuh saat memimpin Sprint. Meski demikian, pembalap KTM tersebut tetap menorehkan waktu tercepat ketiga, di belakang Marco Bezzecchi dan Marc Marquez.

Insiden di chicane pada Sprint terjadi ketika Acosta sedang melihat dasbor motornya. Keesokan harinya, ia mengalami kecelakaan lebih cepat di akhir warm-up, membuat RC16-nya terlempar ke gravel Tikungan 9. Beruntung, Acosta tidak mengalami cedera dan masih bisa mengikuti sesi tersebut.

Dengan gaya khasnya, Acosta berkelakar, "Biasanya kalau saya mengacau di warm-up, saya tampil cukup baik di balapan!" Ia juga mengungkapkan bahwa motornya terasa sempurna kemarin, dan hari ini tidak terlalu buruk dengan ban depan soft. Namun, penggunaan ban depan soft diduga berkontribusi terhadap crash di warm-up, sementara untuk balapan ia akan memakai kompon medium.

- Advertisement -
Advertisement

Rekan setimnya di KTM, Brad Binder, juga mengalami insiden highside di Tikungan 4 dan gagal mencatatkan waktu. Binder menduga ban dingin menjadi penyebabnya. Sementara itu, Marc Marquez yang kehilangan pimpinan klasemen dari Jorge Martin setelah finis kedua di Sprint, mengaku akan senang jika bisa mengulang hasil runner-up, meski ia menyadari balapan akan lebih sulit karena karakter motor berubah seiring keausan ban.

Baca Juga Di Giannantonio: Sprint Aragon Bagai Balap di Atas Es

Jorge Martin, yang finis keempat di warm-up, tampil percaya diri setelah bangkit dari posisi kedelapan untuk memenangi Sprint. Ia merasa memiliki peluang bagus untuk meraih kemenangan pertamanya sejak Le Mans, dan berencana mengambil start dengan hati-hati tanpa mengambil risiko berlebihan di awal balapan.

Marco Bezzecchi, yang pertama kali tercepat di weekend ini, tetap merendah dengan menyatakan bahwa Acosta, Martin, dan Marquez masih lebih cepat darinya. Ia bertekad memberikan yang terbaik dan berharap memiliki pace untuk menyerang. Balapan utama MotoGP Austria akan menjadi ujian bagi Acosta untuk mengubah kesialan menjadi kemenangan perdana yang telah lama dinantikan.