Ujian ban Pirelli di Valencia menjadi panggung yang tidak diinginkan sebagian pembalap MotoGP. Alih-alih menjadi momen adaptasi, sesi itu justru membuka luka lama: tidak adanya suara kolektif yang mampu melawan kepentingan pabrikan.

Bayangkan menjadi Enea Bastianini. Ia sudah berusaha bernegosiasi dengan KTM agar bisa ikut serta dalam uji coba perdana ban Pirelli. Namun jawabannya sudah bisa diduga: tidak. Padahal, bagi Bastianini, kesempatan itu akan sangat berharga sebelum ia bergabung dengan tim satelit pada 2027. "Untuk saya, akan menyenangkan bisa mencoba ban Pirelli, juga di sini Senin depan. Saya mencoba bernegosiasi dengan KTM untuk melihat apakah mungkin menguji motor, tetapi mereka bilang tidak," ujarnya.

Kasus Bastianini bukanlah kejadian tunggal. Sejumlah pembalap top lain seperti Francesco Bagnaia, Jorge Martin, dan Fabio Quartararo juga tidak mendapat lampu hijau untuk mengikuti uji coba tersebut. Mereka semua terjebak dalam aturan ketat dan keputusan pabrikan yang lebih mementingkan strategi internal masing-masing.

- Advertisement -
Advertisement

Di sinilah masalah krusial itu muncul ke permukaan: MotoGP tidak memiliki asosiasi pembalap yang kuat. Berbeda dengan Formula 1 yang punya GPDA (Grand Prix Drivers' Association), para pembalap MotoGP berjuang sendiri-sendiri. Tidak ada satu suara yang bisa mewakili kepentingan seluruh grid. "Akan lebih baik jika semua orang mencoba Pirelli sebelum Valencia. Akan lebih baik jika itu wajib bagi semua, tetapi itu bukan rencananya," tambah Bastianini.

Baca Juga Fermin Aldeguer Tunjukkan Aksi Agresif di MotoGP 2025

Ketika regulasi teknis 2027 mulai mencabut mesin 1000cc menjadi 850cc dan mengurangi aerodinamika, ban Pirelli menjadi faktor penentu performa. Karakter ban memengaruhi gaya berkendara, dan tanpa adaptasi yang cukup, risiko kesalahan di lintasan meningkat. Sayangnya, uji coba yang tersedia hanya sehari di Valencia yang dingin dan tidak representatif.

Banyak pembalap mengeluh bahwa mereka tidak punya cukup waktu untuk memahami ban baru. Jika para pembalap tidak bisa bersatu dalam isu yang jelas-jelas menguntungkan semua orang, bagaimana mereka akan menghadapi masalah lain yang lebih kompleks? Ini peringatan serius bagi MotoGP.