Marco Bezzecchi mencuri perhatian di hari Jumat MotoGP Aragon dengan menjadi yang tercepat di sesi Practice, mengungguli Marc Marquez untuk pertama kalinya sejak sang juara bertahan bergabung dengan Ducati pada 2024. Namun, Bezzecchi enggan jemawa. Ia yakin Marquez belum menunjukkan kemampuan penuhnya.

Ketiganya—Bezzecchi, Alex Marquez, dan Marc Marquez—hanya terpaut 0,038 detik di akhir sesi. Meski Marquez sempat menjadi yang tercepat di FP1 dan memimpin hampir sepanjang Practice, Bezzecchi menegaskan bahwa pembalap Ducati Lenovo itu masih menyimpan strategi.

"Saya senang," ujar Bezzecchi. "Memang benar Marc pasti menyembunyikan sedikit kemampuannya, karena dia bahkan tidak melakukan time attack kedua. Saya yakin besok dia akan tetap menjadi yang tercepat. Tapi untuk saat ini, saya oke saja."

- Advertisement -
Advertisement

Yang dimaksud Bezzecchi adalah Marquez yang memilih menggunakan set ban yang sama untuk dua time attack-nya, alih-alih memasang ban lunak baru di bagian belakang untuk percobaan terakhir. Ini menjadi sinyal bahwa Marquez mungkin masih bermain aman atau menyimpan tenaga untuk balapan.

Bagi Bezzecchi, performa ini menjadi suntikan moral besar. Pembalap Aprilia itu menjadi satu-satunya non-Ducati di lima besar, dan masih berjuang melawan cedera tulang selangka dan lutut yang ia derita di Sachsenring. "Saya merasa nyaman dengan motor. Saya memulai dengan baik pagi ini dan saya bisa membuat kemajuan kecil di antara sesi," katanya.

Baca Juga Tardozzi: Balapan MotoGP Akan Terbagi Jadi Sirkuit Aprilia dan Ducati

"Secara fisik, rasa sakit di lutut kiri tidak pernah hilang, tapi saya merasa lebih baik dibandingkan di Silverstone. Sayangnya, bagian kejuaraan ini akan berat karena cedera lutut ini butuh waktu lama untuk pulih. Hari pertama biasanya sangat melelahkan, jadi saya harus mengatur diri dan mencoba menghemat energi agar lebih siap di hari Sabtu."

Sementara itu, Pedro Acosta dari KTM merasa penampilan Bezzecchi adalah kejutan terbesar hari itu, bahkan lebih dari kembalinya Johann Zarco ke MotoGP yang langsung menembus sepuluh besar. "Saya akan sebut P1 dari Marco, karena Marc di sini sangat cepat. Tapi mungkin dia sedang mengatur jalannya akhir pekan, menyimpan tenaga. Saya cukup terkejut melihat Marco P1. Zarco impresif, tapi itu lebih dari sekadar kejutan."

Bezzecchi, yang tertinggal 31 poin dari rekan setimnya sekaligus pemimpin klasemen Jorge Martin, juga menambahkan soal kondisi fisiknya yang memengaruhi sensasi berkendara. "Ini situasi yang sulit, karena ketika Anda tidak bisa menekan footpeg terlalu kuat, sensasi 'riding on ice' yang disebut pembalap Aprilia lain pada Jumat ini menjadi lebih buruk." Adapun soal aerodinamika baru di RS-GP, Bezzecchi hanya berkomentar singkat: "Cantik sekali!" Martin sendiri berada di posisi ketujuh, satu tingkat di belakang Raul Fernandez yang menjadi pemenang di Silverstone.