Oliver Bearman menegaskan bahwa upgrade mesin Ferrari ADUO 2 yang dipasang di mobil Haas-nya untuk Grand Prix Italia bukanlah sebuah 'game changer'. Menurutnya, peningkatan performa dari mesin tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan upgrade aerodinamika yang telah dilakukan tim sebelumnya.

Ferrari memperkenalkan upgrade power unit kedua dan terakhir mereka musim ini melalui sistem ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities). Satu unit daya tersebut diserahkan kepada Haas untuk dipasang di mobil Bearman pada balapan di Monza. Namun, hasilnya masih jauh dari memuaskan.

Bearman hanya mampu start dari posisi ke-12, hasil terbaiknya sejak GP China pada Maret. Sayangnya, Haas kembali gagal mencetak poin untuk ketujuh kalinya beruntun, menyamai rekor terburuk mereka sejak musim 2021 yang penuh kegagalan. Sempat bertahan di posisi kedelapan pada lap-lap awal, Bearman akhirnya melorot ke urutan ke-15 setelah tidak melakukan pit stop saat virtual safety car keluar.

- Advertisement -
Advertisement

Prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, memang sudah mengingatkan bahwa ADUO 2 tidak akan mengubah banyak hal. Bearman pun setuju setelah menjalani kualifikasi. “Ini langkah yang jauh lebih kecil dibandingkan upgrade aerodinamika,” ujar pembalap 21 tahun itu. “Tentu ada sedikit peningkatan di trek ini, tapi rata-rata musim, mesin ini tidak akan cukup untuk membuat kami keluar dari perjuangan di Q1,” tambahnya.

Baca Juga Red Bull Rilis Kabar Cedera Isack Hadjar Jelang GP Italia

Bearman menjelaskan bahwa mesin baru memang memberikan keuntungan, namun upgrade aerodinamika yang dibawa Haas di Monza—termasuk lantai baru dan bodywork samping yang direvisi—memberi dampak dua hingga tiga kali lebih besar. “Itu bukti kerja keras tim, dan saya sangat bangga pada mereka,” katanya.

Sementara itu, rekan setim Bearman, Esteban Ocon, tidak mendapatkan mesin baru tersebut, tetapi memakai paket aerodinamika terbaru. Ocon justru tertinggal tujuh persepuluh detik dari Bearman di Q2. Namun, itu bukan semata karena mesin, melainkan masalah inkonsistensi aerodinamika VF-26 yang menurut Ocon telah mengganggunya di 10 dari 13 seri musim ini. “Tidak, sayangnya tidak membaik. Kami mencoba semua yang kami bisa,” keluhnya.