Pabrikan asal Stuttgart, Mercedes, resmi mengamankan gelar juara dunia konstruktor kesembilan mereka dalam sebuah akhir pekan balap yang berjalan penuh drama dan kesulitan bagi kubu Ferrari di Sirkuit Interlagos, Sao Paulo. Meskipun kemenangan Grand Prix berhasil direbut secara gemilang oleh Norris, sorotan utama tertuju pada keberhasilan Silver Arrows mengunci titel prestisius lebih awal meski balapan diwarnai berbagai insiden teknis yang nyaris menggagalkan ambisi mereka.
Jalannya lomba sempat diwarnai oleh penampilan luar biasa dari bintang muda yang baru saja dinobatkan sebagai juara dunia, Kimi Antonelli. Memulai balapan dari posisi yang menjanjikan, pembalap muda berbakat ini langsung melakukan start agresif yang, menurut laporan FormulaPassion, membuatnya langsung memimpin selepas tikungan pertama dengan mengecoh pemegang pole position. Antonelli bahkan sempat melesat di depan dan menciptakan selisih jarak hingga empat detik dalam lima putaran awal sebelum insiden memutar terjadi pada putaran ke-20.
Kendala teknis dan hilangnya keseimbangan usai pergantian ban membuat performa mobil Mercedes sempat menurun drastis. Situasi semakin pelik ketika rekan setimnya mengalami insiden tak biasa di jalur pit yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Kendati demikian, perjuangan keras tetap membuahkan hasil positif saat bendera finis dikibarkan, menempatkan para pembalap Mercedes di posisi keempat dan kelima, sebuah perolehan poin yang sudah lebih dari cukup untuk merayakan titel juara dunia konstruktor kesembilan kalinya.
Di barisan depan, balapan dikuasai sepenuhnya oleh penampilan tanpa cela Norris di tengah kekacauan strategi dan kondisi lintasan. Di sisi lain, kebangkitan skuad Red Bull Racing menjadi salah satu cerita terbesar akhir pekan ini, di mana Max Verstappen dan rekan setimnya menampilkan kecepatan luar biasa melalui aksi-aksi menyalip yang memukau untuk mengamankan posisi podium ganda bagi kubu banteng merah.
Baca Juga Ferrari Uji Manajemen Hamilton-Leclerc usai GP BelandaSementara itu, akhir pekan di Interlagos justru menjadi mimpi buruk berkepanjangan bagi skuad Kuda Jingkrak. Tertatih-tatih di papan tengah, duo pembalap Ferrari harus puas finis di posisi ketujuh dan kesembilan, bahkan sempat mengalami momen memilukan ketika salah satu mobil andalan mereka tertinggal satu lap penuh dari barisan terdepan akibat masalah kecepatan murni yang mendera sepanjang paruh kedua perlombaan.
Hasil minor tersebut menjadi pengiring yang kurang ideal bagi catatan sejarah besar yang baru saja ditorehkan oleh sang juara dunia tujuh kali. Pembalap senior asal Inggris tersebut resmi bergabung dalam klub eksklusif sebagai salah satu dari sedikit pembalap dalam sejarah Formula 1 yang mampu mencapai tonggak sejarah fantastis dengan menorehkan total 400 penampilan Grand Prix sepanjang karier profesionalnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!