Max Verstappen meluapkan kekesalannya terhadap performa Red Bull setelah menghadapi masalah komunikasi radio yang berulang pada balapan Grand Prix Amerika Serikat di Austin. Meskipun mampu mengamankan posisi ketiga di belakang Andrea Kimi Antonelli dan Charles Leclerc, pembalap asal Belanda tersebut merasa frustrasi karena kendala teknis terus menghambat kinerjanya sepanjang akhir pekan.
Masalah radio ini bukan kali pertama terjadi pada musim balap 2026. Sebelumnya, Red Bull juga mengalami kendala serupa di Grand Prix Singapura, di mana tim kesulitan mendengar instruksi maupun umpan balik dari sang juara dunia selama sesi balapan berlangsung. Keadaan ini membuat Verstappen melontarkan komentar sarkastis mengenai efektivitas komunikasi tim yang dinilainya sangat buruk.
"Ini bukan yang kedua kalinya. Ini sudah, saya tidak tahu berapa kali tahun ini," ujar Verstappen mengomentari situasi tersebut. "Mungkin kita harus mulai berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Itu mungkin lebih murah juga. Ini adalah sebuah bencana. Ya, ini adalah sebuah bencana. Jujur saja, ini sangat membuat frustrasi," tambahnya.
Situasi di garasi Red Bull semakin kompleks akhir pekan ini karena Tom Hart bertindak sebagai insinyur balap pengganti untuk mendampingi Verstappen, menggantikan peran Gianpiero Lambiase. Perubahan susunan personel ini terjadi di tengah kabar kepindahan Lambiase menuju McLaren pada musim mendatang, sehingga awal kerja sama antara Verstappen dan Hart di Austin sama sekali tidak berjalan mulus.
Kendala komunikasi radio ternyata tidak hanya dialami oleh Verstappen seorang diri di Circuit of the Americas. Rekan setimnya, Isack Hadjar, turut mengungkapkan keluhan serupa terkait buruknya kualitas sinyal radio yang diterimanya dari dinding pit tim selama sesi balapan akhir pekan kemarin.
Baca Juga Kisah Klasik Rubens Barrichello dan Bistecca Fiorentina di Balik Sukses Ferrari"Dan kemudian saya memiliki cakupan radio yang buruk. Saya tidak dapat mendengar apa yang terjadi di dalam pit. Saya meninggalkan pit dengan peta mesin yang salah," ungkap Hadjar kepada media saat menjelaskan hambatan teknis yang dihadapinya di lintasan balap.
Selain masalah komunikasi dan strategi, Verstappen juga kembali menyoroti masalah klasik yang terus menghantuinya sepanjang musim ini, yakni performa awal balapan yang kurang memuaskan. Meskipun tidak kehilangan posisi di garis start, ia tetap mengkritik tajam konsistensi kinerja mobilnya saat lampu start padam.
"Saya tidak kehilangan posisi, jadi itu tidak terlalu buruk. Ini normal. Awal saya normal, hanya secara konsisten buruk," kata Verstappen, yang sempat menghentikan ucapannya agar tidak menggunakan kata-kata kasar yang dapat menjadikannya sasaran investigasi oleh pihak FIA.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!