Situasi cuaca ekstrem yang melanda Sirkuit Interlagos memaksa penundaan sesi kualifikasi Grand Prix Brasil. Di tengah penantian panjang tersebut, Max Verstappen memilih cara santai untuk membunuh waktu di garasi timnya. Alih-alih merasa cemas dengan kondisi lintasan yang basah diguyur hujan lebat, bintang utama Red Bull Racing ini memilih untuk memantau layar televisi demi menyaksikan siaran langsung pertandingan Liga Utama Inggris.

Keputusan pembalap asal Belanda tersebut untuk mengalihkan fokus sejenak terungkap setelah sesi kualifikasi pembuka usai. Ia mengaku menikmati beberapa pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung sebelum akhirnya harus mengenakan pakaian balap dan bersiap masuk ke kokpit mobil RB20. Pertandingan antara Nottingham Forest dan Manchester City menjadi tontonan terakhir yang ia saksikan sesaat sebelum teknisi memanggilnya untuk turun ke lintasan basah Interlagos.

“Saya telah menonton sepak bola di TV, Liga Primer,” ungkap Verstappen ketika membeberkan aktivitasnya di garasi. “Ada banyak pertandingan berbeda, tetapi pertandingan antara Nottingham Forest dan Manchester City adalah laga terakhir yang saya tonton sebelum masuk ke mobil. Skornya adalah tiga berbanding satu, dan saya bahkan sempat menyaksikan sebuah gol hebat tepat sebelum naik ke mobil,” imbuhnya dengan santai menggambarkan momen jelang turun ke trek.

- Advertisement -
Advertisement

Keputusan Verstappen tidak ambil pusing dalam sesi kualifikasi ini bukan tanpa alasan kuat. Sanksi penundaan posisi start akibat penggantian komponen unit daya baru membuatnya harus rela memulai balapan utama dari barisan belakang grid. Kondisi ini membuat keikutsertaannya dalam Q1 murni hanya sebagai formalitas wajib untuk mencatatkan waktu aman sekaligus menghemat alokasi ban perantara dan ban basah penuh yang sangat berharga untuk balapan utama esok hari.

Meskipun dikenal sebagai salah satu pembalap terhebat di atas lintasan basah seperti yang sering ia buktikan sebelumnya, juara dunia empat kali ini sama sekali tidak menyesali kegagalannya bertarung di perebutan pole position. “Tidak juga, karena ketika Anda tidak sedang bertarung untuk apa pun, maka saya lebih memilih untuk tetap berada di dalam garasi. Saya tahu bahwa saya harus mundur di grid start. Situasinya akan berbeda jika saya tidak harus menjalani hukuman penalti. Namun dengan cara ini, saya sudah sepenuhnya fokus menatap balapan,” tegas Verstappen.

Baca Juga Peluang Podium McLaren Sirna di Austin Akibat Blunder Kualifikasi

Ia menambahkan bahwa penampilannya di Q1 hanya bertujuan untuk menyelesaikan putaran wajib tanpa mengambil risiko kecelakaan yang tidak perlu, meski pada akhirnya ia tetap mampu mencatatkan waktu kompetitif di posisi ketiga tercepat di belakang Lando Norris dan George Russell. Menatap balapan utama yang diprediksi penuh tantangan, pemenang 74 Grand Prix ini menyadari bahwa perjuangannya dari barisan belakang tidak akan berjalan mudah akibat karakteristik aerodinamika modern.

“Dulu sangat mudah untuk melakukan perlawanan balik, tetapi sekarang kami tidak lagi memiliki DRS yang sama. Dan mode menyalip di trek ini dengan lintasan lurus yang panjang tidak seefektif di lintasan lain, karena semua orang menggunakan baterai mereka, sehingga perbedaan kecepatan di lintasan lurus jauh lebih kecil. Ini mungkin akan sedikit mirip seperti di Meksiko, jadi saya pikir menyalip akan jauh lebih rumit,” jelasnya menganalisis situasi balapan.

Ketika disinggung mengenai apa yang dibutuhkannya untuk bisa merangsek ke depan dan meraih kemenangan sensasional di Sao Paulo, Verstappen menjawab dengan realistis namun tetap menyimpan harapan akan insiden di trek. “Banyak periode safety car, agar para pembalap di depan tidak bisa melarikan diri. Kita lihat saja nanti. Sejujurnya, saya tidak terlalu memikirkannya. Saya hanya akan melihat apa yang terjadi di tikungan pertama lap pembuka dan kemudian melihat bagaimana hasil akhirnya,” pungkas sang juara bertahan.