Pabrikan asal Jepang, Honda, masih harus bergulat dengan masalah klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan terkait jeda turbo atau turbo lag pada unit daya Formula 1 mereka. Kendati telah mengaplikasikan peningkatan spesifikasi ADUO kedua di Madrid, performa pengendaraan atau driveability pada sirkuit yang kaya energi terbukti berada di bawah ekspektasi awal, memicu evaluasi mendalam di markas besar Sakura.

Menyusul akhir pekan yang tergolong sukses di Malaysia, ekspektasi tinggi sempat disematkan kepada tim Aston Martin tatkala menyambangi Singapura. Di atas kertas, karakteristik Marina Bay Street Circuit seharusnya sangat bersahabat bagi paket aerodinamika mobil AMR26. Namun, realita di lintasan berkata lain ketika akhir pekan kompetitif tersebut justru menyajikan hasil yang cukup mengecewakan bagi kubu skuad yang bermarkas di Silverstone tersebut.

Selepas bendera finis dikibarkan, pembalap kawakan Fernando Alonso secara terbuka menunjuk masalah pada unit daya Honda sebagai akar permasalahan utama, khususnya menyangkut aspek kemudahan pengendalian mobil saat keluar tikungan. Menanggapi keluhan tersebut, para insinyur pabrikan langsung menerbangkan unit daya tersebut kembali ke fasilitas riset di Sakura untuk menjalani investigasi menyeluruh guna mencari anomali teknis.

- Advertisement -
Advertisement

Hasil investigasi laboratorium tersebut ternyata tidak menemukan adanya kerusakan perangkat keras atau hardware fault secara spesifik. Sebaliknya, terungkap bahwa pabrikan asal Negeri Sakura ini sedang mengalami kendala pelik terkait turbo lag, yakni durasi waktu yang dibutuhkan oleh komponen turbo untuk berputar penuh, yang berimbas langsung pada jeda waktu antara injakan pedal gas dan respons daya dorong yang dirasakan oleh pembalap di kokpit.

Kendala semacam ini sejatinya bukan persoalan baru dalam buku catatan teknis mereka, mengingat masalah serupa sempat menghambat optimalisasi unit daya spesifikasi baru tatkala diperkenalkan pertama kali di Zandvoort. Berdasarkan alasan mendesak itulah, Honda memutuskan untuk menggunakan token ADUO kedua mereka tahun ini di Madrid demi memperkenalkan komponen turbocharger anyar yang dirancang khusus untuk membasmi tuntas masalah tersebut.

Baca Juga Skenario Red Bull Kejar Ketertinggalan Poin dari McLaren di Austin

Kendati demikian, ketika dikonfirmasi oleh media, Kepala Insinyur Lintasan Honda Shintaro Orihara mengungkapkan bahwa kendala tersebut secara tak terduga kembali menghantui mereka di Singapura. Shintaro Orihara menyatakan, "Meskipun kami memperkenalkan turbocharger baru untuk mengelola turbo lag, kami tetap kesulitan mengelola jeda tersebut di Singapura karena tata letak trek yang unik dan juga situasi yang kaya energi. Itu telah memberikan akselerasi yang tidak stabil kepada pembalap."

Menjawab pertanyaan seputar potensi kompensasi melalui pengerahan MGU-K di titik-titik berbeda, Shintaro Orihara menjelaskan bahwa strategi tersebut memiliki batasan efektivitas tersendiri, sembari mengakui bahwa sistem MGU-K justru berkontribusi pada masalah dari sudut pandang yang berlainan. Ia menambahkan, "Pengerahan MGU-K dapat membantu mengatasi turbo lag, tetapi tidak cukup untuk mengimbanginya. Jika kami pergi ke trek yang kaya energi, kami biasanya menggunakan pemanenan MGU-K untuk mengompensasi turbo lag. Jika kami memiliki daya pemanenan MGU-K yang cukup, maka mesin dapat berjalan pada titik operasi tinggi di bagian off-throttle."