Hari pertama sesi latihan bebas Formula 1 di Circuit of the Americas menyajikan kontras tajam di garasi tim Red Bull Racing. Di satu sisi, juara bertahan menunjukkan rasa puas yang relatif tinggi terhadap performa awal mobil mereka, namun situasi pelik justru harus dihadapi oleh pembalap muda berbakat asal Prancis, Isack Hadjar, yang mengeluhkan masalah besar pada keseimbangan kendaraan setelah melakukan eksperimen pengaturan teknis yang keliru pada sesi latihan sore.

Meskipun sempat merasa cukup nyaman pada sesi latihan bebas pertama (FP1) meski hanya mampu mengamankan posisi ke-14 dalam lembar waktu, situasi berubah drastis ketika memasuki sesi latihan kedua (FP2). Dalam upaya untuk mencari peningkatan performa, tim memutuskan untuk mengambil arah pengaturan yang berbeda, sebuah langkah yang kemudian diakui oleh sang pembalap sebagai keputusan yang justru mendatangkan masalah pelik di atas lintasan aspal Austin.

Dilansir dari Motorsport.com, pembalap muda berbakat tersebut secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya mengenai perilaku mobil yang berubah total saat menggunakan kompon ban yang lebih lunak. Masalah keseimbangan yang parah menyebabkan ban depan mengalami keausan ekstrem dalam waktu yang sangat singkat, membuat kendaraan terasa nyaris mustahil untuk dikendalikan secara optimal di tikungan-tikungan cepat.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya melakukan banyak perubahan setelah FP1. Saya merasa cukup senang dengan jalannya sesi pagi tadi. Setelahnya, saya pikir saya menuju ke arah yang benar, tetapi itu justru mendatangkan lebih banyak masalah," ujar sang pembalap merinci situasi sulit yang dihadapinya di hadapan para awak media.

Baca Juga Cadillac Tampil Beda dengan Livery Koboi di GP Amerika Serikat

"Saya masih merasa baik-baik saja pada kompon medium, meskipun kami mengubah mobil. Namun pada ban lunak, mobil benar-benar hilang kendali bagi saya. Sangat sulit dikendalikan, jadi saya harus membalikkan keadaan besok. Kami harus duduk bersama dan melihat apa yang bisa kami perbuat karena mobil mengalami kemunduran besar. Kami harus mengembalikannya, setidaknya ke level seperti pagi tadi."

Situasi pelik ini membuat catatan waktu simulasinya hancur lebur dan tertinggal hampir satu detik penuh dari rekan setimnya di penghujung hari. Direktur teknik tim, Pierre Wache, turut memberikan analisis mendalam mengenai karakter lintasan Circuit of the Americas yang memiliki sektor pertama sangat menuntut ketahanan komponen ban, khususnya melewati rangkaian tikungan cepat S-curve yang legendaris di sana.

Isack Hadjar Red Bull Racing F1 Austin
Isack Hadjar saat berjuang di lintasan Circuit of the Americas. (Foto: Chris Graythen / Getty Images)