Penggemar ajang balap mobil Formula 1 tentu sudah sangat familiar dengan prosedur rutin di akhir sesi latihan bebas, di mana para pembalap menempatkan mobil mereka di kotak start untuk berlatih melakukan akselerasi cepat jelang balapan hari Minggu. Namun, proses latihan start ini justru menjadi sumber frustrasi besar bagi sang juara dunia empat kali, Max Verstappen, yang kembali mengalami kendala teknis pelik bersama kendaraannya di sirkuit.

Masalah terkait prosedur lepas landas dari garis start ini telah menjadi duri dalam daging yang konsisten menghantui performa pembalap asal Belanda tersebut sepanjang musim balap ini. Bicara kepada media di Texas sebelumnya, pembalap andalan Red Bull Racing ini secara terbuka mengakui bahwa timnya memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, termasuk masalah komunikasi radio yang sempat beberapa kali mengalami malfungsi serta performa start yang jauh dari kata ideal.

Dilansir dari Speedweek, situasi pelik ini turut dikonfirmasi oleh prinsipal tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, saat ditemui di sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Meksiko. Mekies menjelaskan secara teknis bahwa kesulitan dalam melakukan akselerasi awal dari posisi diam bukanlah sebuah masalah sepele yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, melainkan melibatkan kompleksitas tingkat tinggi antara mesin, turbo, kopling, dan sistem girboks.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, Mekies menegaskan bahwa solusi tuntas atas permasalahan krusial ini baru akan bisa diwujudkan melalui serangkaian perubahan menyeluruh pada perangkat lunak maupun perangkat keras, yang artinya perbaikan komprehensif tersebut kemungkinan besar baru bisa diterapkan sepenuhnya pada musim kompetisi 2027 mendatang. Menariknya, kendala pelik ini tampaknya tidak dialami oleh tim satelit mereka, karena mobil-mobil dari Racing Bulls yang menggunakan spesifikasi mesin serupa justru mampu melakukan start dengan jauh lebih baik di atas lintasan.

Situasi tersebut membuat para penggemar setia Max Verstappen harus bersiap menghadapi potensi kerugian posisi di awal balapan Grand Prix Meksiko akhir pekan ini. Frustrasi sang juara bertahan semakin memuncak usai sesi latihan bebas kedua di Meksiko, di mana ia melontarkan komentar sarkastis melalui saluran komunikasi radio tim usai merampungkan serangkaian latihan start uji coba dari dalam pit lane maupun di lintasan lurus utama.

Baca Juga Max Verstappen Finis 10 Besar di Debut GT World Challenge Europe

Dengan nada penuh kekesalan yang khas, pembalap bernomor lambung satu itu melontarkan sindiran tajam kepada para insinyurnya di garasi. Saya bisa berlari lebih cepat untuk melakukan start dibandingkan menggunakan mobil balap ini, ujar Max Verstappen lewat radiu tim, menggambarkan betapa buruknya respons akselerasi mobilnya saat lampu start disimulasikan.

Saya melakukan start latihan dari jalur pit dan itu adalah sebuah bencana mutlak. Saya melakukan start latihan di lintasan lurus utama dan itu adalah bencana lainnya, tambahnya dengan nada geram, sebelum melontarkan usaik satir bernada candaan ekstrem agar tim memperbolehkannya melakukan start ala balap ketahanan masa lalu seperti di Le Mans.

Mengapa kita tidak mengubah sesuatu saja? Saya bisa saja melakukan start seperti gaya lama di Le Mans, kalian tahu. Saya berlari menuju mobil, mendorongnya hingga menyala lalu melompat ke kokpit. Dan setelah itu saya baru memulai balapan, keluhnya menutup sesi latihan dengan penuh keheranan, sementara pihak tim komandostand belum memberikan tanggapan resmi atas komentar satir tersebut.