Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, membuka suara soal nasihat yang ia berikan kepada pembalap Formula 1 Red Bull, Isack Hadjar, yang harus absen di Grand Prix Belanda karena cedera. Hadjar mundur dari balapan di Zandvoort pekan lalu akibat retak kecil di pergelangan tangan yang ia alami saat sesi tinju dalam program latihannya.

Keputusan itu memicu perubahan besar di grid: Liam Lawson menggantikan Hadjar, sementara kursi Lawson di Racing Bulls diisi oleh Yuki Tsunoda. Hadjar sendiri diprediksi pulih tepat waktu untuk GP Italia di Monza akhir pekan depan.

Menurut laporan media Prancis, Hadjar sempat meminta masukan dari Marquez sebelum memutuskan mundur. Marquez, yang mengalami cedera lengan serius pada 2020 dan menjalani empat operasi besar, punya pengalaman pahit soal memaksakan diri balada. Ia pun memberikan nasihat yang lugas: jangan pertaruhkan masa depan demi satu balapan.

- Advertisement -
Advertisement

“Hadjar menghubungi saya. Saya bukan dokter, tapi dia butuh saran. Terkadang sulit menerima bahwa Anda harus melewatkan satu balapan untuk mempersiapkan diri lebih baik di balapan berikutnya,” ujar Marquez di Aragon, Kamis. “Saya belajar dari masa lalu: melewatkan satu balapan tidak akan mengubah hidup Anda. Tapi memperparah cedera karena balapan terlalu cepat bisa mengubah segalanya.”

Baca Juga Perang Upgrade F1 Makin Panas: Ferrari dan McLaren Siap Gebrak Zandvoort

Marquez mengaku hidupnya berubah drastis sejak kecelakaan di Jerez yang membuatnya absen total di musim 2020. Ia menambahkan bahwa keputusan Hadjar untuk mundur adalah langkah yang tepat mengingat karier panjang yang menantinya. Pengalaman Marquez ini juga pernah ia bagikan ke pembalap lain, seperti Jorge Martin saat menjalani musim 2025 yang penuh cobaan.

Dengan sisa musim yang masih panjang, keputusan Hadjar untuk fokus pada pemulihan bisa menjadi pelajaran berharga bagi pembalap muda lainnya. Monza akan menjadi ujian nyata seberapa cepat ia bisa kembali ke performa terbaiknya.