Peta persaingan gelar juara dunia semakin mendekati klimaksnya setelah Marc Marquez sukses mengamankan kemenangan krusial pada sesi sprint Grand Prix Qatar. Pembalap andalan Ducati ini mengambil langkah besar menuju mahkota juara musim 2026, meskipun kemenangan tersebut harus diwarnai oleh insiden senggolan yang memicu perdebatan sengit di paddock, terutama melibatkan kubu Aprilia Racing.
Insiden panas antara Marquez dan Marco Bezzecchi terjadi pada lap keempat jalannya balapan jarak pendek tersebut. Situasi ini bermula dari prosedur restart setelah sebelumnya balapan sempat dihentikan akibat bendera merah. Pada awal start mula, Bezzecchi yang memegang pole position sempat memimpin jalannya lomba, namun insiden horor yang melibatkan Fermin Aldeguer dan Pecco Bagnaia memaksa steward menghentikan balapan sementara untuk evakuasi medis.
Ketika balapan dimulai kembali melalui prosedur restart, Bezzecchi melakukan start yang kurang optimal, memberikan celah bagi Marquez untuk langsung merebut pimpinan lomba. Pertarungan sengit langsung tersaji di atas lintasan Sirkuit Losail ketika Bezzecchi mencoba melakukan serangan balik pada lap kedua. Ketegangan memuncak di lap keempat saat Marquez mengambil jalur yang sedikit melebar di tikungan, memberikan ruang di area apex yang segera coba dimanfaatkan oleh Bezzecchi untuk menyelinap masuk.
Nahas, ketika Marquez kembali ke jalur balap idealnya, kontak fisik tidak dapat dihindarkan dan membuat motor Aprilia yang dikendarai Bezzecchi kehilangan traksi hingga akhirnya mengalami crash terseret ke gravel. Insiden tersebut langsung berada di bawah investigasi steward FIM, namun keputusan cepat diambil tanpa memberikan sanksi lanjutan apa pun. Keputusan ini sontak memancing ketidakpuasan yang jelas dari bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang tampak kecewa ketika mengetahui vonis tersebut melalui siaran langsung televisi.
Di tengah drama perebutan posisi terdepan, Jorge Martin yang tampil meskipun dalam kondisi cedera mampu melakukan aksi impresif dengan merangsek naik dari posisi ke-10 grid awal hingga sempat mengamankan posisi kedua. Kendati demikian, mempertahankan tekanan konstan kepada Marquez terbukti menjadi misi yang terlalu berat bagi pembalap asal Spanyol tersebut hingga paruh akhir lomba.
Baca Juga Scott Redding: Dukungan Dana Jadi Pembeda dengan MarquezMartin akhirnya harus rela kehilangan posisi kedua setelah disalip oleh Fabio Di Giannantonio yang tampil konsisten. Hasil ini membuat Martin kini tertinggal 49 poin di belakang Marquez dalam klasemen sementara, sementara Bezzecchi tertinggal 30 poin tambahan di bawahnya. Skenario perebitan gelar kini mengerucut tajam, di mana kemenangan Marquez pada balapan utama hari Minggu dipadukan dengan kegagalan Martin meraih poin akan langsung mengunci gelar juara dunia musim ini.
Sementara itu, drama juga terjadi di barisan tengah ketika Raul Fernandez sempat mengalami kendala teknis saat melepas perangkat ride height di awal start. Namun, pembalap Trackhouse Aprilia tersebut berhasil melakukan penyelamatan gemilang untuk finis di posisi keempat setelah membendung gempuran ketat dari Johann Zarco dan Pedro Acosta, di mana Acosta finis tipis di depan rekan setim Fernandez, Ai Ogura.
| Pos | Pembalap | Tim | Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Ducati | Winner |
| 2 | Fabio Di Giannantonio | VR46 Ducati | +0.862s |
| 3 | Jorge Martin | Aprilia | +1.519s |
| 4 | Raul Fernandez | Trackhouse Aprilia | +2.700s |
| 5 | Johann Zarco | LCR Honda | +3.720s |
| 6 | Pedro Acosta | KTM | +4.664s |
| 7 | Ai Ogura | Trackhouse Aprilia | +4.858s |
| 8 | Enea Bastianini | Tech3 KTM | +5.582s |
| 9 | Iker Lecuona | Gresini Ducati | +8.082s |
| 10 | Diogo Moreira | LCR Honda | +9.220s |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!