Pemimpin klasemen sementara kejuaraan dunia Marc Marquez akhirnya memberikan tanggapan perdana menyusul insiden tabrakan kontroversial yang melibatkan rival perebutan gelar, Marco Bezzecchi, pada sesi balapan sprint Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail. Insiden ini langsung memicu perdebatan sengit di paddock MotoGP setelah manuver krusial terjadi pada awal lap keempat dan membuat jalannya persaingan gelar juara dunia semakin memanas secara dramatis.
Sebelum insiden tersebut terjadi, rangkaian akhir pekan di Lusail telah diwarnai oleh berbagai kejutan ketat di lintasan. Pembalap pabrikan Aprilia tersebut sebelumnya sukses mencetak rekor lap baru untuk merebut posisi pole dalam sesi kualifikasi, bahkan sempat memimpin jalannya balapan sprint sebelum bendera merah dikibarkan akibat kecelakaan hebat yang menimpa Pecco Bagnaia. Setelah balapan dimulai kembali melalui prosedur restart, dinamika lintasan langsung berubah total di bawah kendali para kandidat juara.
Saat balapan sprint dilanjutkan, Marquez langsung mengambil alih pimpinan lomba selepas garis start. Namun, situasi berubah menegangkan ketika memasuki Tikungan 1 pada awal lap keempat, di mana Marquez sedikit melebar dari jalur idealnya. Melihat celah terbuka, Bezzecchi langsung berusaha masuk ke dalam, namun ruang tersebut dengan cepat menyempit saat kedua motor bertemu di titik apex dan benturan keras pun tak terhindarkan di antara kedua pembalap papan atas tersebut.
Dampak dari tabrakan tersebut membuat Bezzecchi langsung tersingkir keluar lintasan dan gagal melanjutkan balapan, sementara motor Marquez mengalami insiden di mana kantung udara atau airbag pada baju balapnya mengembang secara otomatis akibat hantaman keras. Meskipun demikian, pembalap asal Spanyol itu masih mampu mempertahankan posisi terdepan meski harus berjuang keras menahan gempuran dari pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, yang berada tepat di belakangnya.
Selepas insiden tersebut, persaingan di grup terdepan semakin menggila ketika Jorge Martin langsung menyalip Di Giannantonio di Tikungan 2. Martin bahkan mencoba melancarkan serangan berbahaya untuk merebut posisi pimpinan lomba dari Marquez di Tikungan 6, sebelum akhirnya kembali kehilangan posisi pada tikungan berikutnya dan harus puas berada di barisan depan.
Berbicara di parc ferme usai keluar sebagai pemenang balapan sprint, Marquez sama sekali tidak menyebutkan nama Bezzecchi ketika ditanya mengenai insiden benturan yang terjadi di tikungan pertama. Ia justru menyoroti jalannya balapan yang berjalan sangat tidak biasa akibat insiden bendera merah yang sempat menghentikan jalannya sesi balapan utama di awal.
"Maksud saya, itu adalah balapan sprint yang sangat aneh, terutama dengan adanya bendera merah," ujar Marquez menjelaskan situasi menegangkan di atas lintasan kepada para awak media.
Baca Juga Marquez Ungkap 'Kesalahan Besar' yang Hampir Merenggut Kemenangan MotoGP Aragon"Kami berharap dan mendoakan agar Pecco baik-baik saja, karena itu adalah kecelakaan yang sangat parah. Tetapi terlepas dari itu, saya sangat berkonsentrasi; saya bertahan dengan cara terbaik yang memungkinkan," tambahnya mengenai fokus penuh yang ia pasang di atas motor.
"Memang benar bahwa pada Tikungan 1 itu, ketika saya mengalami benturan, bahkan kantung udara saya mengembang. Untuk alasan itulah Jorge menyerang saya karena butuh sedikit waktu untuk kembali berkendara dengan normal," jelas Marquez merinci dampak teknis dari insiden tabrakan tersebut pada tubuh dan kendaraannya.
"Namun terlepas dari itu, semuanya baik-baik saja, sempurna. Ketika saya berhasil membuka jarak 0,5 detik, 0,8 detik, saya mencoba mengendalikan balapan. Dan ini adalah 12 poin yang sangat penting," tutupnya dengan penuh rasa puas atas tambahan poin krusial demi memuluskan jalan merebut gelar juara dunia.
Sementara itu, panel FIM MotoGP stewards telah melakukan investigasi mendalam terhadap insiden tabrakan tersebut, namun memutuskan bahwa tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan bagi kedua pembalap. Keputusan resmi dari stewards ini langsung memicu reaksi negatif yang sangat keras dari CEO Aprilia, Massimo Rivola, di dalam garasi tim, di mana ia bahkan tertangkap kamera sedang melakukan gestur tepuk tangan secara sarkastik ke arah layar monitor saat tayangan ulang insiden tersebut diputar.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!