Jakarta, Nusantara Media – Di tengah maraknya krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di Indonesia, rumah produksi Reborn Initiative resmi mengumumkan produksi film layar lebar berjudul "Meja Tanpa Laci". Film ini disutradarai oleh Ody Harahap dan diproduseri oleh Deden Ridwan, dengan tujuan menyajikan kritik sosial mendalam sekaligus harapan akan keadilan.

Film ini mengangkat tema mahalnya harga kejujuran dalam sistem birokrasi yang diwarnai korupsi dan nepotisme. Karakter utama, IPTU Dipa (diperankan oleh Daffa Wardhana), menjadi simbol perjuangan seorang aparat yang berusaha tetap tegak lurus di tengah tekanan sistem. Cerita ini digambarkan sebagai potret realitas berat yang dihadapi para penegak hukum berintegritas.

Menurut produser Deden Ridwan, film ini secara khusus menyasar generasi muda yang kritis dan rasional. “Film ini akan mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik kemarahan dan sikap sinis terhadap penegakan hukum, ada harapan besar bagi keadilan bila sistem ini bisa diisi oleh orang-orang yang tegak lurus. Dipa adalah salah satu perwujudan dari harapan yang hampir mustahil itu,” ujar Deden Ridwan dalam acara peluncuran proyek.

- Advertisement -

Sutradara Ody Harahap, yang berkolaborasi dengan penulis naskah Joko Nugroho, menyebut film ini sebagai “surat cinta” sekaligus dukungan moral bagi para “Dipa” di dunia nyata. “Film ini terasa di pinggir jurang, di mana tantangan terbesar adalah menghadapi ketidakberdayaan berhadapan dengan birokrasi yang sudah terinfeksi hingga ke akar,” tegas Ody Harahap.

Film ini menampilkan kolaborasi lintas generasi dengan jajaran pemain solid, termasuk:

  • Daffa Wardhana sebagai IPTU Dipa
  • Arla Ailani
  • Cut Mini
  • Roy Marten
  • Surya Saputra

Proyek ini diumumkan pada acara press conference di Jakarta pada 12 Maret 2026. Proses syuting dijadwalkan dimulai April 2026, dan film direncanakan tayang di bioskop pada tahun 2026. Reborn Initiative berharap "Meja Tanpa Laci" dapat memicu polemik cerdas serta diskusi terbuka di masyarakat mengenai integritas dan reformasi penegakan hukum di Indonesia.

Film thriller ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan keresahan sosial yang relevan, sekaligus pengingat bahwa perubahan dimulai dari individu yang berani jujur meski harganya mahal.