Pembalap senior Lewis Hamilton mengaku terkejut dan kehabisan kata-kata setelah sukses mengamankan posisi start terdepan dalam sesi kualifikasi Grand Prix Meksiko. Pencapaian ini menjadi momen yang sangat emosional bagi sang juara dunia tujuh kali, mengingat ini adalah pole position pertamanya sejak bergabung dengan skuad Kuda Merah, sekaligus mengakhiri puasa pole selama tiga tahun lamanya di ajang Formula 1.
Dalam sesi kualifikasi yang berjalan sangat ketat dan menegangkan di Autodromo Hermanos Rodriguez, pembalap asal Inggris tersebut berhasil mencatatkan waktu tercepat yang tidak mampu dikejar oleh para rivalnya. Ia sukses mengungguli mantan rekan setimnya di Mercedes, yakni George Russell, dengan keunggulan tipis yang hanya terpaut 0,009 detik saja. Keberhasilan ini memperpanjang rekor luar biasa dalam kariernya dengan koleksi 105 pole position, serta menjadi yang pertama dirasakannya sejak terakhir kali meraihnya pada Grand Prix Hungaria tahun 2023 lalu.
Berbicara kepada juara dunia 2009 Jenson Button usai sesi kualifikasi yang melelahkan tersebut, pembalap andalan Ferrari itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengungkapkan betapa pentingnya hasil ini setelah menghadapi serangkaian kendala teknis dan persiapan yang tidak mudah sepanjang akhir pekan berlangsung di Meksiko. Masalah pada mesin serta penggunaan aero rake di latihan bebas pertama sempat membuat tim tertinggal, namun kerja keras dalam memahami data set-up membuahkan hasil manis di momen penentuan.
"Rasanya luar biasa! Itu terasa sangat bagus! Saya sangat senang. Saya kehabisan kata-kata. Ini akhir pekan yang benar-benar penuh tantangan," ujar sang juara dunia tujuh kali tersebut saat menceritakan perjuangannya. "FP1, kami menggunakan aero rake dan mengalami masalah mesin kemarin, yang berarti kami berada di posisi tertinggal dan saya tidak bisa melakukan long run. Tapi kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan set-up. Kami belajar banyak dari balapan terakhir."
Persaingan ketat antar tim dan pembalap juga menjadi sorotan utama dalam jalannya kualifikasi tersebut, di mana selisih waktu antar pesaing sangat tipis. Hambatan sempat dirasakan pada fase Q2 ketika catatan waktu awalnya belum optimal, sementara para rival memiliki keuntungan ban baru di awal sesi. Kendati demikian, ketenangan dan pengalaman matang mampu membawa sang bintang melaju mulus hingga mengunci posisi terdepan di Autodromo Hermanos Rodriguez.
Baca Juga Aksi Kocak Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Ambil Alih Media Sosial Ferrari di GP SingapuraPencapaian fenomenal ini semakin terasa istimewa karena di usia 41 tahun, ia sukses menorehkan sejarah baru sebagai pembalap tertua yang berhasil merebut pole position di ajang Formula 1 sejak prestasi serupa dicatatkan oleh Mario Andretti pada tahun 1982 silam. Ketika disinggung mengenai rahasia kebugaran dan bagaimana ia tetap mampu bersaing di level tertinggi pada usia tersebut, sang pembalap menegaskan bahwa tekad kuat dan kecintaannya yang mendalam pada dunia balap menjadi kunci utamanya.
"Ketika ada kemauan, di situ ada jalan! Semuanya ada di dalam pikiran kita semua. Anda mungkin merasakan pegal-pegal dan nyeri, untungnya saya tidak," tuturnya menjelaskan kondisi fisiknya. Ia menambahkan bahwa rutinitas latihan seperti sparring dan berbagai aktivitas fisik lainnya membantu menjaga tubuh tetap bugar, namun gairah besar terhadap olahraga ini adalah bahan bakar utamanya untuk terus bangun dan bermimpi setiap hari demi jutaan pendukung di seluruh dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!