Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, secara tegas membantah berbagai spekulasi dan rumor yang menyebutkan bahwa unit daya buatan pabrikan mereka akan segera dipasok ke tim pelanggan dalam waktu dekat di ajang Formula 1. Langkah ini diambil di tengah performa luar biasa yang ditunjukkan oleh mesin generasi baru mereka pada musim kompetisi 2026, yang langsung menarik perhatian sejumlah rival di grid.

Sebagai catatan historis, Red Bull Racing mengambil langkah berani dengan mengembangkan unit daya secara mandiri untuk menghadapi regulasi 2026 bekerja sama dengan Ford. Proyek ambisius ini menandai tonggak sejarah baru bagi skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut sejak pertama kali terjun ke dunia Formula 1 pada tahun 2005 silam. Kemitraan strategis bersama produsen asal Amerika Serikat itu awalnya diprediksi banyak kalangan bakal menghadapi jalan terjal pada musim debutnya.

Kendati sempat muncul keraguan mengenai kesiapan teknis di awal musim, unit daya Red Bull-Ford justru melaju tanpa hambatan berarti dan berhasil meraih kemenangan gemilang di tangan Max Verstappen sebanyak dua kali, masing-masing pada Grand Prix Malaysia dan Grand Prix Singapura. Konsistensi serta keandalan mesin tersebut langsung mengubah peta kekuatan di lintasan secara drastis.

- Advertisement -
Advertisement

Bahkan, hasil penilaian resmi dari FIA ADUO menempatkan Red Bull sebagai pemilik mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine terbaik di antara para kompetitor selama periode evaluasi 2026. Dominasi teknis ini secara alamiah memicu minat dari tim-tim lain, termasuk Aston Martin yang santer dikabarkan meminati pasokan mesin tersebut setelah mengalami musim yang kurang memuaskan bersama Honda.

Menanggapi berbagai ketertarikan dari tim rival tersebut, Laurent Mekies memilih untuk meredam spekulasi dan menyatakan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah fokus pada pengembangan internal. Pihaknya menilai bahwa Red Bull masih membutuhkan waktu panjang untuk menyempurnakan performa serta integrasi mesin pada sasis mobil mereka sebelum memikirkan ekspansi bisnis ke tim lain.

Baca Juga Rencana Ambisius FIA Pangkas Bobot Mobil F1 di Bawah 700 Kg

"Kami mendapatkan banyak publisitas positif yang tidak diinginkan mengenai kinerja mesin kami, dan hal itu tentu saja mendatangkan perhatian dari banyak tim," ujar Laurent Mekies kepada media. Ketika disinggung mengenai peluang negosiasi, ia menambahkan dengan tegas, "Apakah kami sedang melakukan pembicaraan serius dengan siapa pun untuk memasok tim lain? Tidak, kami merasa belum siap untuk itu. Apakah ini sudah ditetapkan untuk lima tahun ke depan? Tidak, karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam lima tahun ke depan."

Lebih lanjut, Laurent Mekies menjelaskan bahwa tantangan teknis di depan masih sangat besar dan membutuhkan konsentrasi penuh dari seluruh anggota tim di pabrikan. Mereka harus memastikan bahwa seluruh aspek teknis unit daya mencapai tingkat kematangan maksimal agar dapat bersaing secara konsisten di jajaran teratas kejuaraan dunia.

"Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan unit daya, menyempurnakan integrasinya ke dalam mobil, dan mencapai level para pesaing papan atas. Hanya dengan begitu kami dapat mempertimbangkan untuk memasok tim lain di samping Racing Bulls. Tidak ada yang akan berubah selama setahun ke depan atau lebih," pungkasnya menutup pembicaraan.