Menjelang akhir pekan Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, persaingan di kejuaraan dunia Formula 1 musim 2026 telah mencapai titik krusial. Lando Norris, yang datang sebagai Juara Dunia bertahan, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada Kimi Antonelli yang berada di ambang sejarah besar untuk mengunci gelar juara dunia pertamanya di kelas premier.

Peluang emas ini didapatkan pembalap asal Italia tersebut menyusul kemenangan impresif yang diraihnya pada Grand Prix Amerika Serikat di Austin. Meskipun rekan setimnya sekaligus rival terdekat dalam perebutan gelar, George Russell, bersama Lewis Hamilton sempat menunda perayaan tersebut lewat finis di posisi keempat dan kedelapan di Texas, tambahan 25 poin krusial membuat mahkota juara dunia pertama bagi sang pembalap muda tampak hampir tak terelakkan.

Jika skenario di Autodromo Hermanos Rodriguez berjalan mulus akhir pekan ini, Antonelli akan secara resmi dinobatkan sebagai Juara Dunia Pembalap F1 ke-36 dalam sejarah. Syarat utamanya cukup jelas, yakni memastikan baik Russell maupun Hamilton tidak keluar sebagai pemenang utama di seri ke-19 musim 2026 ini, sebuah pencapaian luar biasa yang diraihnya hanya dalam musim kedua berkarier di ajang Formula 1.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam sesi konferensi pers jelang balapan di Mexico City, Norris tidak吝 untuk mengagumi kedewasaan dan kecepatan adaptasi luar biasa yang ditunjukkan oleh sang rival muda. Performa luar biasa ini mengingatkan banyak pihak pada talenta-talenta langka yang pernah menghiasi sejarah olahraga balap paling bergengsi di dunia ini.

"Saya pikir sangat mengesankan apa yang mampu ia lakukan pada usianya, di tahun kedua di Formula 1, dan ia akan menjadi juara dunia termuda yang pernah ada," ungkap Norris kepada para awak media, sebagaimana dilansir dari Motorsport Week.

Apabila berhasil menyegel gelar juara pada hari Minggu, Antonelli akan mencatatkan rekor fantastis sebagai juara dunia termuda sepanjang masa pada usia 20 tahun, 2 bulan, dan 7 hari. Torehan gemilang ini otomatis akan memecahkan rekor jangka panjang milik Sebastian Vettel yang bertahan sejak musim 2010 silam, di mana Vettel saat itu menjadi juara pada usia 23 tahun, 4 bulan, dan 11 hari.

Selain rekor usia termuda, keberhasilan ini juga akan mencatatkan namanya sebagai pembalap asal Italia ketiga dalam sejarah yang mampu merengkuh gelar juara dunia F1. Ia akan bersanding dengan legenda masa lalu seperti Giuseppe Farina yang menjadi juara pada 1950 serta dua kali juara dunia asal Ferrari, Alberto Ascari, yang mendominasi musim 1952 dan 1953.

Baca Juga Leclerc Akui Keputusan Ban Lunak untuk Sprint GP Belanda Berisiko Tinggi

Lonjakan performa Antonelli musim ini dinilai sangat fantastis mengingat tahun debutnya pada 2025 lalu berjalan cukup kompetitif namun penuh pembelajaran, di mana ia berhasil mengamankan sejumlah podium di Kanada, Sao Paulo, dan Las Vegas sebelum menutup musim di peringkat ketujuh klasemen akhir. Kemenangan perdananya di Tiongkok awal tahun 2026 menjadi titik balik sebelum ia mendominasi dengan delapan kemenangan berikutnya.

"Ini cukup luar biasa, terutama karena tahun lalu... Saya tidak ingin mengatakan ia menjalani musim pertama yang buruk di Formula 1; ia bersaing melawan George, yang saya pikir sangat bagus dan telah tampil sangat baik, terutama pada tahun lalu melawan Lewis," lanjut Norris.

Konsistensi tingkat tinggi, minimnya kesalahan baik di sesi kualifikasi maupun balapan utama, serta kemampuannya mengungguli rekan satu garasi yang berpengalaman membuat sang juara bertahan terkesan. Transformasi masif dari musim debut ke musim kedua ini menempatkan Antonelli di jalur yang tepat untuk menyamai pencapaian Lewis Hamilton pada 2008 sebagai pembalap yang juara di musim kedua.

"Ia telah mengambil langkah besar, saya akan katakan, dari tahun lalu ke tahun ini dalam hal mengoptimalkan segalanya dan memahami cara mengendarai mobil tahun ini lebih baik daripada orang lain juga," tegas pembalap asal Inggris tersebut.

Dengan segala tekanan yang berhasil diredam dengan baik, dunia kini menantikan apakah akhir pekan di Meksiko benar-benar akan menjadi saksi lahirnya legenda baru Formula 1 yang akan mengubah peta persaingan balap mobil roda terbuka untuk satu dekade ke depan.