Sirkuit Mandalika di Lombok, Indonesia, menyimpan memori kontras bagi David Alonso. Di satu sisi, lintasan tepi pantai ini merupakan salah satu dari 14 tangga sukses pembalap berdarah Kolombia yang tinggal di Spanyol tersebut saat mengunci gelar juara dunia Moto3 pada musim 2024 silam. Kala itu, Alonso tampil begitu perkasa dan sukses keluar sebagai pemenang dalam duel ketat melawan Adrian Fernandez serta David Munoz.
Namun, situasi berbalik drastis ketika ia naik tingkat ke kategori Moto2. Alih-alih mengulang kejayaan, Mandalika justru berubah menjadi mimpi buruk beruntun yang seolah enggan berhenti. Pada debutnya di kelas menengah, Alonso yang memulai lomba dari barisan terdepan harus rela balapannya kandas lebih cepat, tepatnya ketika lomba baru berjalan empat putaran saja. Ironisnya, petaka serupa menimpa rekan setimnya, Dani Holgado, yang terjatuh hanya selang satu lap berikutnya di tempat yang sama.
Puncak kesialan terjadi pada musim 2026, di mana kedua pembalap tersebut bahkan gagal menuntaskan balapan bahkan sebelum melewati tikungan pertama. Insiden horor itu melibatkan pula pembalap asal Amerika Serikat, Joe Roberts. Meski dikategorikan sebagai insiden balap biasa, Holgado secara kesatria mengakui kesalahannya dan mengambil alih penuh tanggung jawab atas kekacauan tersebut setelah menabrak bagian belakang motor Alonso, yang seketika memicu kecelakaan highside hebat di titik apex tikungan.
Dampak benturan keras tersebut dirasakan langsung oleh Alonso yang mengalami memar paru-paru akibat pendaratan keras dengan perut membentur aspal panas Sirkuit Mandalika. Beruntung, di balik rasa sakit dan frustrasi yang mendalam, sang juara dunia kelas ringan itu terhindar dari cedera patah tulang serius. Pada hari Senin selepas balapan, ia dilaporkan sudah bisa pulang menggunakan penerbangan komersial didampingi oleh sang manajer tim, Nico Terol.
Baca Juga Agius Rebut Waktu Tercepat di Latihan Moto2 Misano, Veijer KeempatKecelakaan nir-poin ini tentu memberikan pukulan telak terhadap ambisi persaingan di papan atas klasemen sementara kejuaraan dunia Moto2. Sebelum insiden di Mandalika, pembalap bernomor start 80 itu berada di peringkat keempat dengan selisih 79,5 poin dari puncak klasemen, serta masih masuk dalam radar kandidat juara dengan sisa enam seri tersisa. Usai bencana ini, peluang tersebut praktis berubah menjadi angan-angan belaka, sementara posisinya tergeser ke peringkat kelima setelah Dani Holgado melompat ke posisi ketiga klasemen.
Masa depan pembalap muda berbakat ini di kelas Moto2 sendiri tampaknya akan segera berakhir seiring kencangnya rumor kepindahan ke kasta tertinggi. Mulai musim 2027 mendatang, sang pembalap diprediksi bakal naik kelas ke ajang MotoGP dengan mengendarai mesin Honda berkapasitas 850cc. Segala indikasi kuat mengarah pada garasi LCR Honda pimpinan Lucio Cecccinello, di mana ia bersiap membuka babak baru dalam karier balap profesionalnya di panggung balap motor paling bergengsi di dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!