Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya dengan memenangi San Marino Grand Prix 2026, namun sorotan justru tertuju pada Aprilia yang gagal memanfaatkan peluang emas. Kemenangan kelima Marquez musim ini tidak hanya membawanya ke puncak klasemen, tetapi juga menandai titik balik krisis bagi tim pabrikan Noale tersebut.
Setelah absen di Barcelona karena operasi bahu, Marquez bangkit luar biasa. Ia meraih kemenangan beruntun di Hungaria, Ceko, Jerman, Aragon, dan kini Misano. Dari tertinggal 102 poin, kini ia menyamai perolehan Jorge Martin di puncak dengan 274 poin, unggul countback. Kebangkitan ini menjadi mimpi buruk bagi Aprilia yang sebelumnya tampil perkasa.
Di Misano, Aprilia seharusnya bisa mendominasi. Marco Bezzecchi, yang start dari pole, langsung memimpin balapan. Namun bencana terjadi di lap pembuka: ia terjatuh di Tikungan 13. Kesalahan itu tidak hanya menghancurkan peluangnya menang, tetapi juga membuatnya tertinggal 33 poin dari Marquez dan Martin. Ini menjadi kali kelima Bezzecchi gagal finis dalam tujuh balapan terakhir, sementara Marquez selalu menang di periode yang sama.
Jorge Martin juga mengalami nasib sial. Ia harus mengakhiri balapan lebih awal karena masalah arm pump yang misterius. Kini Martin mempertimbangkan operasi untuk mengatasi gangguan tersebut. Padahal, Aprilia memiliki keunggulan motor yang jelas atas Ducati di Misano, namun mereka gagal mengonversinya menjadi kemenangan di kedua balapan. Kontras dengan performa di Mugello, di mana tim pabrikan terakhir kali menang.
Dalam podcast Crash MotoGP terbaru, Amy Reynolds, Lewis Duncan, dan Peter McLaren membahas situasi ini. Mereka menyoroti bagaimana Aprilia kehilangan momentum dan apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan tantangan gelar. Selain itu, mereka juga membahas kesulitan Pecco Bagnaia yang crash untuk ketiga kalinya secara beruntun bersama Ducati pabrikan.
Baca Juga Vettel Pukau Tifosi di Monza dengan Demo Run Ferrari F2002 SchumacherKabar lain datang dari dunia WorldSBK. Nicolo Bulega, yang mendominasi kejuaraan, dipastikan akan pindah ke VR46. Jalur berliku Bulega menuju MotoGP menjadi topik diskusi menarik. Kepindahan ini bisa menjadi angin segar bagi VR46, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang adaptasi Bulega di kelas premier.
Dengan 37 poin tersedia setiap akhir pekan, jarak 33 poin Bezzecchi masih bisa dikejar. Namun, tren performa yang menurun dan tekanan dari Marquez serta Martin membuat situasi semakin sulit. Aprilia harus segera mencari solusi jika ingin menjaga harapan gelar tetap hidup. Kegagalan di Misano bisa menjadi awal dari akhir, atau justru titik balik untuk bangkit. Waktu yang akan menjawab.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!