Pemandangan yang sulit dilupakan tersaji di sirkuit Monza, Minggu (1/9/2024), ketika Sebastian Vettel kembali ke paddock Formula 1 dan menggeber Ferrari F2002 milik legenda Michael Schumacher dalam sebuah lap kehormatan. Sang juara dunia empat kali itu bahkan tak ragu membakar ban dengan aksi donut di depan puluhan ribu Tifosi yang memadati tribun.
Momen ini menjadi bagian dari rangkaian penghormatan Ferrari kepada Schumacher, tepat 30 tahun setelah musim pertamanya bersama tim asal Maranello pada 1996. Vettel, yang mengidolakan Schumacher sejak kecil, mengaku perasaannya campur aduk saat mengendarai mobil bersejarah tersebut. "Saya merasa seperti sudah memenangkan balapan sebelum balapan dimulai," ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Vettel, momen ini bukan sekadar demo run. Ia merasa kehadiran Schumacher sangat terasa di setiap tikungan. "Dia tidak ada di sini hari ini, tapi saya sangat merasakannya di lap-lap ini. Saya harap kalian juga mendengar dan merasakannya. Ini luar biasa," kata Vettel dengan mata berkaca-kaca kepada F1TV. Ia juga mengirimkan seluruh cinta dan emosinya untuk sang idola.
Lebih dari itu, Vettel menegaskan bahwa kecintaannya pada balap tidak pernah padam meski sudah pensiun. "Saya tahu saya sudah berhenti balapan, tapi di hati saya, saya masih seorang pecinta. Saya sangat peduli pada olahraga ini, pada mobil-mobil ini, pada orang-orang ini, pada Tifosi," tegasnya. Ia melihat ada kekuatan nyata untuk membawa F1 ke masa depan yang lebih baik.
Baca Juga Carlos Sainz Kritik Publik Pembalap soal Mobil F1 2026Soal sensasi mengendarai F2002, Vettel menggambarkannya dengan penuh antusiasme. "Tidak butuh banyak lap untuk merasakan jiwa sebuah mobil. Mobil ini seperti berteriak 'ayo, ayo, ayo'," katanya. Ia mengaku terus bergumul antara keinginan untuk memacu mobilnya kencang atau menikmati setiap momen agar terasa lebih lama. "Ini hari yang sangat emosional," pungkasnya.
Ferrari sendiri menjalani akhir pekan ini dengan livery khusus bernuansa retro pada mobil SF-26 mereka, yang terinspirasi dari F310, mobil pertama Schumacher di Ferrari. Sentuhan klasik itu seolah melengkapi atmosfer nostalgia yang kuat di Monza, sekaligus mengingatkan kembali betapa besarnya pengaruh Schumi tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi seluruh generasi pembalap dan penggemar.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!