PANDEGLANG, NUSANTARA MEDIA – Fenomena kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali memicu krisis air bersih. Ribuan warga di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Patia kini harus berjuang keras memenuhi kebutuhan air bersih harian.
Kondisi memprihatinkan ini dilaporkan telah berlangsung selama satu setengah bulan terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Kekeringan ekstrem menyebabkan debit air tanah di sumur-sumur warga menurun drastis, bahkan mayoritas sumur telah mengering total. Akibatnya, warga terpaksa mencari alternatif lain yang cukup menguras tenaga dan biaya.
Banyak masyarakat harus berjalan kaki menempuh jarak jauh menuju sumber mata air yang masih tersisa atau membeli air bersih dengan harga yang cukup mahal.
Eni, salah satu warga dari Kampung Katileng, mengungkapkan bahwa kesulitan ini telah melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga. "Kondisi ini sudah dirasakan sejak satu setengah bulan lalu.
Sebagian besar waktu kami sekarang habis hanya untuk mencari air bersih demi kebutuhan minum, memasak, dan mandi," ujar Eni dengan nada prihatin.
Tidak hanya sektor rumah tangga yang terdampak, kekeringan ini juga mulai mengancam ketahanan pangan lokal. Lahan persawahan dan perkebunan milik warga di Kecamatan Patia mulai mengalami retak-retak akibat kurangnya pasokan air.

Para petani khawatir jika hujan tidak segera turun, potensi gagal panen akan menjadi kenyataan yang akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah desa bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan intensif di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.
Warga sangat berharap agar pemerintah daerah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta PDAM, dapat bergerak lebih cepat dalam melakukan distribusi bantuan air bersih.
"Kami berharap ada pengiriman mobil tangki air secara rutin selama musim kemarau ini berlangsung agar kebutuhan dasar kami bisa terpenuhi," tambah perwakilan warga.
Selain bantuan jangka pendek, masyarakat juga mendesak penyediaan fasilitas penampungan air di titik-titik krisis sebagai solusi sementara.
Persoalan krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang sebenarnya bukanlah hal baru. Fenomena ini hampir setiap tahun berulang ketika musim kemarau tiba. Oleh karena itu, masyarakat menuntut adanya solusi permanen dari pemerintah agar mereka tidak lagi dihantui masalah serupa di masa depan.
Beberapa usulan solusi jangka panjang yang diharapkan warga meliputi:
- Perluasan pipa PDAM hingga ke pelosok desa.
- Pengeboran titik air dalam untuk menjamin ketersediaan air tanah yang lebih stabil.
- Sebagai cadangan air untuk irigasi pertanian dan kebutuhan warga.
- Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menampung air hujan secara maksimal.
Kehadiran solusi permanen dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Kecamatan Patia. Pemerintah diharapkan mampu merancang strategi pembangunan infrastruktur air yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim agar hak dasar masyarakat atas akses air bersih dapat selalu terpenuhBulan
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!