Pemimpin klasemen sementara Formula 1, Kimi Antonelli, mengungkapkan alasan lucu di balik keberhasilannya merebut posisi start terdepan atau pole position yang cukup mengejutkan pada sesi kualifikasi Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas. Dalam akhir pekan yang sangat krusial bagi peluang perebutan gelar juaranya, pembalap berusia 20 tahun tersebut langsung menggebrak persaingan sejak hari pertama dengan gaya yang sangat impresif dan meyakinkan di atas lintasan balap.

Pembalap muda asal Italia itu sukses mengamankan posisi teratas dengan catatan waktu terbaiknya, sementara rekan setim sekaligus rival terdekatnya dalam perebutan gelar juara dunia musim ini, George Russell, justru harus puas terdampar di posisi kedelapan setelah mengalami sesi yang cukup sulit. Meskipun datang sebagai pemimpin kejuaraan, catatan waktu lap yang membawanya meraih pole ini sempat membuat banyak pihak terkejut, terutama di dalam garasi timnya sendiri.

Bahkan, insinyur balap utamanya, Peter Bonnington, tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya melalui komunikasi radio tim setelah sesi kualifikasi berakhir, di mana ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka pembalapnya bisa mencatatkan waktu secepat itu. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai rahasia di balik catatan waktu yang dianggap sebagai sebuah kejutan besar tersebut, Antonelli justru berseloroh dan menyinggung masalah pelik yang terus menghantuinya dalam beberapa balapan terakhir.

- Advertisement -
Advertisement

Masalah klasik yang dimaksud tidak lain adalah pelanggaran batas lintasan atau track limits yang kerap merugikan posisinya. "Itu memang mengejutkan, tetapi salah satu pencapaian terbesar bagi saya hari ini adalah saya tidak melakukan pelanggaran track limits," ujar Antonelli sambil berkelakar seusai sesi kualifikasi yang menegangkan tersebut kepada para awak media.

"Hal itu juga yang membuat hidup kami sedikit lebih mudah sepanjang sesi berlangsung," tambahnya dengan nada santai. Dalam beberapa putaran balapan sebelumnya, pembalap andalan Mercedes ini memang kerap kali tersandung masalah batas lintasan yang membuatnya kehilangan waktu berharga atau bahkan waktu lapnya dihapus oleh para pengawas balapan.

Insiden paling segar dalam ingatan terjadi pada Grand Prix Singapura lalu, di mana Antonelli tercatat melakukan empat pelanggaran batas lintasan sekaligus. Beruntung baginya, ia lolos dari ancaman hukuman penalti waktu lima detik setelah tim Mercedes sukses mengajukan banding atas salah satu keputusan penghapusan catatan waktu lap miliknya. Belajar dari pengalaman pahit tersebut, pembalap muda berbakat ini lantas menjelaskan bahwa ia sengaja mengubah pendekatan mengemudinya menjadi jauh lebih aman pada akhir pekan ini.

Baca Juga Max Verstappen Takjub dengan Performa di Tantangan Karting Silverstone

Ia memilih untuk fokus membangun kecepatan secara bertahap sepanjang sesi kualifikasi berlangsung, selalu berada di kelompok barisan terdepan, yang pada akhirnya berbuah manis berupa kejutan tak terduga di penghujung sesi. "Anda tahu, saya tidak menempatkan diri saya ke dalam situasi yang sulit, dan kami mampu terus berkembang sepanjang sesi serta membangun kecepatan dari situ," jelasnya.

"Namun tentu saja, hasil ini tetap terasa mengejutkan. Kami tahu bahwa persaingan akan sangat ketat, tetapi ya, ini adalah kejutan yang sangat menyenangkan bagi seluruh anggota tim," pungkasnya. Kini, peluang besar bentangan sejarah berada di depan mata sang pembalap muda asal Italia tersebut.

Jika ia mampu mengamankan kemenangan gemilang dalam balapan utama hari ini, dengan catatan Lewis Hamilton finis di posisi kelima atau lebih rendah serta Russell finis di posisi kesembilan atau lebih rendah, maka ia akan resmi mencatatkan namanya sebagai Juara Dunia F1 termuda sepanjang sejarah olahraga balap bergengsi ini.