Menjelang potensi penobatan gelar juara dunia Formula 1 yang bisa diraihnya akhir pekan ini, Kimi Antonelli tetap mempertahankan sisi rendah hatinya di luar lintasan balap. Di tengah tekanan tinggi dan sorotan tajam paddock kelas premier, pembalap muda asal Italia tersebut mengungkapkan sebuah kebiasaan sederhana yang masih ia lakukan secara rutin di rumah, yakni mencuci mobil pribadinya sendiri dengan tangan tanpa bantuan mesin otomatis.
Pembalap muda didikan panah perak asal Brackley ini tiba di Negeri Paman Sam dengan keunggulan masif 102 poin atas rekan setimnya, George Russell. Situasi luar biasa ini membuka peluang emas bagi sang bintang muda untuk mengunci gelar juara dunia pembalap pada akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit Americas, Austin. Jika skenario tersebut terwujud, ia akan menorehkan sejarah gemilang sebagai juara termuda sepanjang sejarah Formula 1 sekaligus pembalap Italia pertama yang merengkuh mahkota juara sejak legenda hidup Alberto Ascari pada tahun 1953 silam.
Di sela-sela kesibukan peluncuran livery khusus tim Mercedes untuk akhir pekan di Texas, pembalap berusia 20 tahun tersebut membagikan cerita mengenai rutinitas hariannya saat menjauh sejenak dari hingar bingar dunia balap jet darat. Ia menceritakan bagaimana dirinya menghabiskan waktu luang dengan merawat mobil jalan raya miliknya, yaitu sebuah Mercedes-AMG GT63, sebagai bentuk kecintaan mendalam terhadap dunia otomotif secara keseluruhan.
"Saya suka membersihkan mobil saya," ujar Antonelli menggambarkan hobi sederhananya di sela persiapan balapan. "Saya tidak pernah menggunakan mesin cuci otomatis. Saya selalu suka mencuci dengan tangan, melakukannya sendiri. Karena saya sangat mencintai mobil, saya benar-benar suka merawat mobil saya dan segala hal tentangnya. Saya suka melihatnya bersih, jadi itu adalah aktivitas yang sangat saya sukai. Ini sudah menjadi sebuah rutinitas."
Baca Juga Ajang STEM Racing Cetak Calon Insinyur Masa Depan Formula 1Sementara itu, akhir pekan di Austin, Texas, menandai dimulainya rangkaian tiga balapan beruntun penutup musim yang sangat menuntut ketahanan fisik dan mental. Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, meyakini bahwa seri di Circuit of the Americas akan menjadi panggung krusial bagi skuadnya untuk bangkit setelah melewati dua balapan akhir pekan yang cukup pelik di Malaysia dan Singapura sebelumnya.
"Malaysia dan Singapura adalah akhir pekan yang sulit bagi kami dan kami telah bekerja keras untuk memahami di mana letak kekurangan kami," ungkap Wolff dalam pratinjau resmi tim menjelang Grand Prix Amerika Serikat. "Austin memberi kami kesempatan untuk merespons. Kami akan menurunkan paket pembaruan terbaru pada kedua mobil saat kami terus mengembangkan mobil. Persaingan di barisan depan sangat ketat, jadi kami harus terus melangkah maju jika ingin bertarung secara konsisten di barisan depan pada fase akhir musim ini."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!