Pandeglang ,Nusantara Media  — Semangat gotong royong yang melibatkan jajaran TNI dan masyarakat kembali memperlihatkan kekuatan solidaritas sosial di tingkat akar rumput. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, proses pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Kampung Karang Jongkeng, Banten, terus dikebut demi menghubungkan dua wilayah penting, yakni Desa Rancaseneng dan Desa Sukasenang di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

​Selama bertahun-tahun, jembatan ini memegang peranan krusial sebagai jalur penghubung utama bagi aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan warga setempat. Namun, tantangan geografis dan cuaca kerap menjadi momok tersendiri. Ketika musim penghujan tiba, aliran air di wilayah tersebut sering meluap dan merendam akses jalan. Akibatnya, mobilitas warga lumpuh total, sementara anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa demi menyeberangi arus air demi menuntut ilmu.

​Menanggapi keluhan menahun tersebut, TNI melalui Koramil 0116/Cikeusik, Kodim 0601/Pandeglang, tergerak untuk turun tangan langsung menggalang kerja bakti bersama warga. Komandan Koramil (Danramil) 0116/Cikeusik, Kapten Inf Purgiarto, menegaskan bahwa proyek pembangunan Jembatan Garuda ini sepenuhnya mengandalkan budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa.

- Advertisement -
Advertisement

​"Kegiatan pembangunan Jembatan Garuda ini dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan membantu pembangunan ini, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun pihak lainnya," ujar Kapten Inf Purgiarto di sela-sela peninjauan lapangan.

​Kehadiran jembatan permanen ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat sekitar. Saba, salah seorang perwakilan warga Desa Sukasenang, mewakili suara warga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah pusat atas realisasi bantuan infrastruktur tersebut.

​"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu membangun Jembatan Garuda ini. Jembatan ini merupakan harapan kami sejak lama karena sangat dibutuhkan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah," ungkap Saba dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga Kapolda Banten Pimpin Peringatan Hari Juang Polri ke-81: Warisi Semangat Perjuangan untuk Pengabdian Terbaik

​Ia menambahkan, kehadiran jembatan yang kokoh, aman, dan representatif sangat mendesak untuk menunjang kelancaran aktivitas harian warga tanpa harus dihantui rasa cemas setiap kali cuaca buruk melanda wilayah Cikeusik.

​"Jembatan yang kokoh adalah harapan kami sebagai warga. Semoga pembangunan ini segera selesai dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Terima kasih, Bapak Presiden," pungkas Saba.

​Dengan dimulainya pembangunan ini, warga Pandeglang kini menaruh harapan besar agar Jembatan Garuda dapat segera rampung sebelum puncak musim hujan tiba, sehingga roda perekonomian desa dan aktivitas pendidikan anak-anak kembali berjalan normal tanpa hambatan.