Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat tidak hanya memicu krisis air bersih yang meluas, tetapi juga menghadirkan pemandangan langka di Kabupaten Sumedang. Volume air di Waduk Jatigede dilaporkan menyusut secara drastis, hingga akhirnya memunculkan kembali sisa-sisa bangunan masjid yang selama bertahun-tahun tenggelam di dasar waduk raksasa tersebut.

Fenomena mengejutkan ini terpantau di kawasan Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (11/10/2026). Bangunan masjid yang dulunya menjadi pusat aktivitas keagamaan dan tempat ibadah warga setempat sebelum kawasan tersebut resmi ditenggelamkan untuk proyek pembangunan bendungan, kini kembali menampakkan wujud aslinya di atas hamparan tanah waduk yang mengering.

img-7157ef4c.webp
Sumber: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Kemunculan kembali reruntuhan tempat ibadah ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan para pelintas. Terlihat sejumlah anak-anak memanfaatkan lahan yang mengering di sekitar struktur bangunan masjid untuk bermain, sementara pemandangan kontras terlihat dari sisa-sisa jaring nelayan dengan ikan yang terjerat di area tepian waduk yang semakin surut.

- Advertisement -
Advertisement

Surutnya debit air di Waduk Jatigede hanyalah satu dari sekian banyak dampak nyata akibat musim kemarau ekstrem yang melanda provinsi ini. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat per 21 September 2026, krisis air bersih telah meluas secara signifikan ke berbagai kabupaten dan kota.

Baca Juga Buka Puasa Bersama Ramadhan Bersejarah KHB Bekasi di Gedung Juang Tambun

img-d43fbb80.webp
Sumber: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Tercatat sebanyak 688 desa dan kelurahan yang tersebar di 247 kecamatan di seluruh wilayah Jawa Barat tengah berjuang keras menghadapi bencana kekeringan. Masyarakat di ratusan wilayah administratif tersebut dilaporkan mengalami kesulitan yang sangat signifikan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Kondisi darurat kekeringan dan surutnya bendungan utama ini diharapkan segera mendapatkan perhatian serta penanganan lanjutan dari pemerintah daerah terkait. Pendistribusian air bersih darurat menjadi prioritas mendesak bagi warga terdampak, sembari menantikan datangnya musim penghujan yang diproyeksikan dapat memulihkan kembali volume cadangan air di Waduk Jatigede.