Pembalap berpengalaman Fernando Alonso harus melalui akhir pekan yang sangat berat pada Grand Prix Singapura, di mana rasa frustrasinya dalam menjinakkan unit daya Honda pada mobil Aston Martin miliknya terekam jelas dalam sebuah pesan radio yang tidak disiarkan secara resmi. Sang juara dunia asal Spanyol tersebut datang ke akhir pekan perlombaan dengan harapan tinggi menyusul hasil finis kedelapan yang mengesankan, serta berharap karakteristik Sirkuit Marina Bay yang tidak terlalu haus tenaga dapat memberikan lebih banyak poin krusial bagi timnya.
Namun, serangkaian kendala teknis dan taktis langsung menghantam ambisi tersebut sejak sesi kualifikasi hari Sabtu. Kesalahan penentuan waktu saat dilepaskan ke jalur trek yang padat selama sesi Q2, yang kemudian diperparah dengan keputusan harus memulai balapan dari jalur pit akibat pergantian komponen mesin pada hari Minggu, membuat peluang Alonso untuk meraih hasil positif menjadi sangat tipis dan hampir mustahil untuk diwujudkan di bawah teriknya cuaca Asia.
Sepanjang jalannya balapan utama, situasi tidak kunjung membaik bagi pembalap bernomor mobil khas tersebut. Alonso akhirnya hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-16, sementara rekan setimnya, Lance Stroll, terpaksa harus memarkir kendaraannya lebih awal akibat mengalami masalah pada bagian kopling. Meskipun sempat mencatatkan pencapaian finis satu putaran di depan pembalap Cadillac, Alonso sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan untuk mencari-cari sisi positif dari penderitaan yang ia alami di atas lintasan jalan raya Marina Bay.
Mengomentari jalannya balapan yang melelahkan tersebut, Alonso memberikan evaluasi blak-blakan mengenai performa kendaraannya. "Jelas, selalu ada sesuatu yang lebih bisa diekstrak dari mobil jika kita mengulang balapan ini lagi," ujar Fernando Alonso usai perlombaan. Ia juga menambahkan bahwa dirinya menghadapi masalah keseimbangan berupa sedikit gejala understeer yang gagal diatasi oleh tim sepanjang balapan berlangsung, serta gangguan besar pada sistem manajemen energi.
Baca Juga Kimi Antonelli Terkejut Tahu Bisa Kunci Gelar F1 di AustinMasalah terbesar yang dihadapi oleh peraih dua gelar juara dunia tersebut adalah ketidakakuratan suplai tenaga listrik yang krusial. Sistem pemulihan dan penyaluran energi tidak berfungsi pada titik tempat dan waktu yang tepat, terutama setelah periode Virtual Safety Car berakhir. Akibat kekurangan pasokan tenaga instan tersebut, ia kehilangan banyak posisi penting dan tertinggal jauh dari barisan depan, sebuah catatan evaluasi serius yang harus segera diselesaikan oleh para insinyur.
Ketegangan tersebut mencapai puncaknya di dalam kokpit ketika kecepatan balapan kembali normal setelah Safety Car virtual ditarik. Saat mobilnya disusul oleh dua pembalap sekaligus di tengah trek, Alonso spontan meluapkan kekesalannya melalui saluran radio internal tim. Sambil diiringi tawa pahit, ia menyampaikan penilaian tajam dan tanpa kompromi mengenai performa perangkat penyuplai daya dari pabrikan asal Jepang tersebut dengan mengatakan bahwa sistem energi pada mesin ini sungguh tidak masuk akal.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!